Diam-Diam Polytron Sudah Ekspor Motor Listrik ke Timor Leste
Uzone.id - Diam-diam Polytron ternyata sudah melakukan ekspor motor listrik yang dibuat dari pabriknya di Kudus dan Demak, Jawa Tengah. Timor Leste menjadi negara tujuan pertama yang mendapatkan produk motor listrik Polytron.
Ilman Fachrian Fadli selaku Head of Product 2W Polytron EV mengatakan pihaknya sudah terbiasa melakukan ekspor produk elektronik, bahkan sampai ke beberapa negara.
Tetapi kalau motor listrik, Ilman mengatakan sejauh ini baru Timor Leste saja yang sudah merasakan produk dari Polytron.
"Kalau motor mungkin yang sudah berjalan itu ke Timor-Timor (Timor Leste). Udah ekspor, itu bisa dibilang ekspor lah ya. Yang lainnya masih penjajakan," jelas Ilman di Demak, Jawa Tengah, Rabu (10/12).
Meski baru ke Timor Leste, namun Polytron tidak berpuas diri. Merek lokal yang satu ini juga sedang dalam tahap penjajakan ke beberapa benua di dunia, bahkan sampai ke Afrika.
"Yang lainnya tuh nanti saja, kalau sudah confirm. Asia Tenggara ada, Afrika ada, Asia yang lain juga ada (kemungkinan ekspor)," ungkap Ilman.
Sayangnya, Ilman memang tidak merinci soal kegiatan ekspor motor listrik yang akan atau sudah dilakukan oleh Polytron. Namun yang jelas, pabrik produksi mereka memiliki kapasitas yang mumpuni untuk memenuhi permintaan.
Berdasarkan keterangan penanggung jawab di pabrik Polytron Demak, Jawa Tengah, mereka memiliki dua assembly line yang mampu menghasilkan 200 unit Fox 350 dalam durasi kerja 1 shift per hari.
Artinya jika terdapat 3 shift kerja, produksi motor listrik Polytron bisa meningkat menjadi 600 unit per hari. Dalam satu bulan, pabrik ini mampu menghasilkan lebih dari 10.000 unit.
Ditambah, pasar motor listrik yang sedang lesu karena tak adanya kelanjutan insentif dari pemerintah seperti tahun 2023 dan 2024 lalu membuat ekspor menjadi ladang cuan yang memiliki potensi.
Seperti diketahui, selama tahun 2025 nasib subsidi motor listrik masih terus digantungkan. Pemerintah yang sebelumnya menjanjikan bakal ada subsidi motor listrik di Agustus 2025 kemarin, hingga habis tahunnya masih tak kunjung kelihatan.
Diberitakan Uzone.id beberapa waktu lalu subsidi atau insentif motor listrik akan masuk dalam paket stimulus ekonomi berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.
Subsidi motor listrik memang pernah tidak mencapai targetnya di tahun 2023, ini membuat anggaran dari pemerintah diturunkan pada tahun 2024.
Padahal, secara pasar peminat motor listrik subsidi semakin berkembang, bahkan peningkatannya cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Namun saat anggaran di 2024 yang diturunkan sudah habis, pemerintah tak lagi mengadakan anggaran baru agar membuat industri ini tetap menarik di mata konsumen.
Alhasil banyak pabrikan yang mengalami penurunan penjualan, bahkan penurunan yang terjadi sangat drastis dibandingkan pada saat masih ada subsidi.