Games

Deretan Game Lokal yang Bikin Bangga dan Mendunia di 2025

Muhammad Faisal Hadi Putra
Deretan Game Lokal yang Bikin Bangga dan Mendunia di 2025

Uzone.id - Sepanjang tahun 2025, banyak studio game Indonesia merilis game-game terbaik yang bukan cuma asyik dimainkan, tapi juga punya standar kualitas kelas dunia yang diakui secara global. Banyak judul game buatan lokal yang masuk ke dalam nominasi penghargaan bergengsi, bahkan sampai memenangi gelar juaranya.

Bukan cuma itu, banyak judul game buatan Indonesia yang dimainkan streamer kondang mancanegara, malah ada juga yang teaser-nya diumumkan dalam panggung gelaran game global. 

Nah, berikut ini rangkuman game lokal dari studio Indonesia yang sukses mencuri panggung dunia sepanjang tahun 2025. 



A Space for the Unbound 

A Space for the Unbound memang rilis kali pertama pada 2023 silam, tapi game ini tak berhenti bikin para pemainnya terkesan. Di tahun ini, kisah Atma dan Raya kembali ramai dibicarakan setelah rilis di iOS pada April 2025 lalu. 

Tak butuh waktu lama, game besutan Mojiken Studio ini masuk ke daftar finalis App Store Awards 2025 untuk kategori dampak budaya. Walau bukan jadi pemenangnya, kategori ini, menurut Apple, memperkuat pemahaman dan memberi pengguna cara lain untuk berinteraksi dengan komunitas mereka. 

Whisper Mountain Outbreak

Kemudian ada Whisper Mountain Outbreak dari Toge Productions. Game ini sukses karena masuk di momen yang pas, yakni bangkitnya tren game co-op PvE isometrik, ditambah dengan gameplay khas horor yang berlatar tahun 1998 di Gunung Bisik, Jawa timur. 

Jadi, gamer dimungkinkan bermain bersama untuk menjelajahi bangunan terbengkalai, memecahkan teka-teki, merakit senjata dan obat, serta mencari jalan keluar dari kabut terkutuk sambil melawan makhluk mengerikan seperti Blood Quees. 

Bayangkan saja, sensasi main game horor dengan segala kearifan lokal bernuansa mistis di Indonesia tahun 90-an, itulah yang ditawarkan oleh game ini. Latar inilah yang bikin streamer luar enjoy bermain bersama dan menayangkannya di platform seperti YouTube maupun Twitch. 



Troublemaker 2: Beyond Dream

Masih ingat game tawuran sekolah Troublemaker? Sekuelnya, Troublemaker 2: Beyond Dream resmi dirilis per September 2025 lalu. 

Game ini melanjutkan kisah geng ‘Parakacuk’ bersama band ‘Beyond Dream’ di kota fiksi Jayakarta Selatan. Di game ini, Gamecom Team berhasil memoles kekurangan di seri pertamanya, dengan menghadirkan animasi yang lebih halus, cerita yang lebih kompleks, dan mekanik fighting yang kian luwes. 

Game dengan genre open world ini berani mengangkat isu sosial remaja di perkotaan yang semrawut, sehingga menjadi daya tarik buat gamer mancanegara untuk memainkannya. Saking bagusnya, game ini sering disebut sebagai ‘The Indonesian Yakuza’. 

Agni: Village of Calamity

Game ini memang baru akan dirilis 2026 mendatang, tapi sudah merebut perhatian gamer dunia lewat trailer-nya yang tayang di YouTube. Malah, trailer game besutan Separuh Interactive ini juga hadir dalam acara ID@Xbox Showcase Fall 2025.

Dalam trailer-nya, game horor ini mengangkat cerita tentang Agni, seorang penyelidik polisi rahasia yang menantang perintah untuk mencari rekannya yang hilang, Lila, di desa terpencil penuh misteri dan kutukan misterius. 

Game ini menggabungkan horor psikologis, elemen mitos dan budaya khas Indonesia, serta ketegangan dari ancaman supernatural di sepanjang permainannya. 

Rencananya, game Agni: Village of Calamity akan rilis terlebih dahulu di Steam dan Xbox, baru setelah itu menyambangi PS5 pada 2026.



Game-game yang menang SEA Game Awards 2025

Berikutnya, ada beberapa game yang berhasil menyabet gelar SEA Game Awards 2025 yang berlangsung di Malaysia pada Oktober lalu. 

Ada Petit Island buatan Xelo Games yang menyabet gelar Rising Star Award di gelaran SEA Game Awards 2025. Premis game ini sederhana, main jadi kucing lucu bernama Lily yang mengumpulkan kenangan kakeknya, dan semuanya ditampilkan dalam visual serta gameplay yang colorful.

Sama halnya, Grim Trials dari Glory Jam juga menyabet gelar Best Game Design. Grim Trials mengusung mekanik dungeon crawler dengan sistem combat yang cepat, lengkap dengan variasi build senjata yang bikin tiap sesi permainannya terasa berbeda.

Dan terakhir, Teller’s Duty dari Hiscory yang menang Best Storytelling. Game ini terbilang unik, karena menempatkan pemainnya di balik meja teller bank dengan latar tahun 80-an. 

Tugasnya standar kok, seperti verifikasi tanda tangan, hitung uang, dan stempel dokumen. Tapi di balik itu, ada dramanya juga, seperti berhadapan sama nasabah yang mau nipu sampai dilema moral yang memengaruhi jalan cerita. 

Jadi Uzoners, mana game lokal terbaik yang sudah kalian coba tahun ini?