Depot Minyak Iran Diserang Israel, Jatah BBM Warga Dikurangi
Uzone.id - Ketegangan di kawasan Teluk Persia terus memanas setelah serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah fasilitas minyak vital di sekitar ibu kota Iran.
Serangan ini, yang merupakan bagian dari eskalasi konflik yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026 telah mengakibatkan kerugian nyawa yang signifikan dan gangguan pada infrastruktur energi Iran.
Laporan dari kantor berita Tasnim, yang mengutip pejabat keamanan setempat dan disiarkan oleh Aljazeera pada Minggu (8/3), mengungkapkan bahwa depot minyak Fardis di kota Karaj, Provinsi Alborz, menjadi sasaran serangan AS-Israel.
Insiden di Karaj ini menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai 21 orang lainnya. Diketahui bahwa para korban tewas maupun luka-luka termasuk penduduk sipil yang tinggal di wilayah yang berdekatan dengan fasilitas tersebut.
Selain Karaj, kota Najafabad di Iran tengah juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal ganda oleh AS-Israel.
Aljazeera mencatat bahwa serangan di Najafabad merenggut 20 nyawa dan melukai 50 orang.
Menurut keterangan seorang petugas polisi tanpa nama, rudal kedua menghantam lokasi yang sama beberapa saat setelah rudal pertama, tepat ketika tim penyelamat dan warga sipil sedang berupaya membantu korban luka.
Serangan ini terjadi setelah insiden sebelumnya, di mana Amerika Serikat dan Israel menargetkan lima fasilitas minyak di sekitar ibu kota, yang menewaskan empat orang.
CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, mengonfirmasi kepada televisi pemerintah Iran dilansir dari AFP, bahwa empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz telah diserang.
Veyskarami menyebutkan bahwa empat personel mereka tewas, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak.
Meskipun infrastruktur energi mengalami kerusakan, Veyskarami memastikan bahwa api berhasil dikendalikan dan cadangan bensin Iran masih memadai.
Dampak serangan tersebut tidak hanya terasa secara fisik, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari warga.
Asap tebal dan bau kebakaran dilaporkan menyelimuti ibu kota Iran sepanjang malam, meninggalkan kabut gelap dan bau terbakar yang masih tercium hingga pagi hari.
Iran Jatah Kuota BBM Warga
Sebagai respons langsung terhadap serangan di depot minyak Provinsi Teheran dan Alborz, yang dilaporkan terjadi pada Senin sebelumnya, Iran segera memberlakukan pembatasan jatah pembelian bahan bakar bagi warga.
Televisi pemerintah Iran, mengutip kantor gubernur Teheran, mengumumkan bahwa kuota pembelian bensin menggunakan kartu bahan bakar pribadi di stasiun pengisian di seluruh Provinsi Teheran dipangkas dari 30 liter menjadi 20 liter.