Deepfake AI Semakin Parah, Bikin Rugi Warga RI hingga Rp700 M
Uzone.id — Perkembangan AI
yang makin pesat tidak hanya memudahkan masyarakat tapi juga menimbulkan risiko
baru yang tidak main-main. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah konten
deepfake ai yang banyak menyebar di media sosial.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, khususnya
untuk Kementerian Komunikasi dan Digital.
Nezar mengungkapkan bahwa jumlah kerugian akibat modus
penipuan dengan memanfaatkan AI dilaporkan telah mencapai Rp700 miliar sehingga
perlu upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya kejahatan ini.
Sekarang ini banyak produk AI yang dibuat secara tidak etis dan dibuat untuk mengelabui masyarakat, salah satunya adalah dengan tidak mencantumkan keterangan bahwa konten tersebut dibuat oleh AI dan seakan-akan merupakan video asli.
"Kita masih melihat video atau gambar AI yang tidak
mencantumkan logo produk AI. Saya pikir itu tidak etis," kata Nezar dalam
acara KUMPUL Connect for Change Summit 2025, Selasa, (21/10).
Salah satu langkah yang diambil adalah penyusunan Peta Jalan AI Nasional yang mengharuskan para pengembang AI bersikap akuntabel dan transparan. Tak hanya itu, Kemkomdigi juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya deepfake berbasis AI.
"Kami mendorong semua pengembang untuk bersikap etis,
transparan, dan akuntabel ketika mereka memproduksi platform berbasis AI,"
tegasnya.
Untuk menekan risiko akibat penggunaan AI (khususnya
deepfake), Kemkomdigi akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum terus
memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan siber melalui penerapan
Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang
Pelindungan Data Pribadi (PDP), serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).