Dari VAR 3D ke Pusat Kendali, Piala Dunia 2026 Bertabur AI Lenovo
Uzone.id - Piala Dunia 2026 bakal jadi turnamen olahraga yang paling sarat teknologi berbasis AI. Lenovo, sebagai mitra teknologi resmi FIFA, nggak sekadar menempel logo mereka di pinggir lapangan, tapi juga masuk jauh ke sistem operasional turnamen yang kini menangani 48 tim.
Skala yang lebih besar dengan total 104 pertandingan di 16 stadion ini, tentu butuh infrastruktur yang masif. Hal ini pun ditegaskan langsung oleh Bhaskar Choudhuri, Chief Marketing Officer Asia Pacific Lenovo.
"Sebagai mitra teknologi resmi untuk Piala Dunia FIFA, Lenovo sebenarnya menyediakan full stack solusi teknologi untuk menghadirkan footprint teknologi yang lebih ramping dan jauh lebih efisien," ungkap Bhaskar.
Untuk menjaga operasional tetap mulus, Lenovo membangun pusat kendali berbasis AI. Disampaikan Asia Sheikh, Director & CTO Technology & AI Innovation Lenovo, fasilitas ini tak ubahnya seperti otak dari seluruh operasional turnamen.
"Intelligent Command Center ibarat sistem saraf pusat yang mengendalikan seluruh operasi Piala Dunia," jelas Asia.
Berkat AI, katanya, sistem ini bisa langsung mengambil tindakan darurat tanpa harus menunggu proses manual panjang, misalnya ketika tiba-tiba ada ancaman badai petir di sekitar lokasi stadion.
“Dengan Intelligent Command Center, sistem hanya mengambil pemicu tersebut dan secara otomatis membuat alur kerja untuk memberi tahu tim lainnya,” katanya.
“Dan yang terjadi sekarang adalah, alih-alih orang-orang yang berlarian, sistem cukup cerdas untuk mengatakan, oke, karena suatu peristiwa telah terjadi, ini adalah 10 hal yang akan berubah, jadi mohon mulailah bekerja untuk membuat perubahan jadwal tersebut,” sambung Asia.
Selain urusan operasional di belakang layar, kemudahan penonton juga jadi prioritas. Lenovo menyiapkan fitur sistem smart wayfinding atau navigasi pintar bagi penggemar yang berencana terbang ke negara penyelenggara piala dunia nanti.
Sistem ini dirancang untuk memandu pergerakan suporter sejak berada di tempat penyelenggara hingga mempermudah pencarian posisi kursi di dalam stadion.
“Sistem ini akan memberi tahu Anda di mana acara-acara berlangsung, di mana restoran berada, di mana penjemputan Uber Anda? Bagaimana cara menuju hotel, bahkan di dalam stadion, bagaimana cara menuju tempat penjualan makanan dan minuman? Bagaimana cara menuju toko merchandise FIFA? Tempat-tempat acara di AS rumit,” jelas Asia.
FIFA AI Pro dan transformasi VAR 3D
Lenovo juga hadirkan inovasi bernama FIFA AI Pro. Alat canggih ini pada dasarnya adalah sistem analitik yang sanggup membedah jutaan titik data dan menganalisis ribuan metrik pemain di setiap pertandingan.
Disampaikan Valerio Rizzo, AI Senior Manager & Solution Architect Lenovo, sistem analitik ini bisa diakses oleh semua federasi—seluruh tim yang bertanding.
“Dengan membangun lapisan cerdas ini dan membuatnya dapat diakses oleh semua federasi, terlepas dari anggaran atau keahlian internal mereka, FIFA dapat mulai menutup kesenjangan pengetahuan,” ucap Valerio.
“Federasi dengan sumber daya lebih tinggi tetap mendapat manfaat, tetapi federasi dengan sumber daya lebih rendah tidak lagi terhalang dari analisis tingkat elit,” tambahnya.
Lenovo turut merombak sistem Video Assistant Referee (VAR). Selama ini, keputusan VAR sering memicu perdebatan gara-gara tampilan grafis pembantunya yang kaku dan cuma berbentuk figur abstrak atau sekadar garis resolusi rendah.
Di Piala Dunia 2026, Lenovo mengerahkan infrastruktur komputasi mereka untuk menyulap visual VAR menjadi avatar 3D. Tampilan baru ini punya resolusi tinggi dengan proporsi pemain yang direkonstruksi jauh lebih realistis sesuai aslinya.
"Transisi ke VAR 3D yang digerakkan oleh AI ini merupakan pergeseran mendasar. Fokusnya beralih dari sekadar ketepatan teknis, menjadi kejelasan dan kepercayaan," terangnya.
"Penggemar, pemain, dan bahkan pelatih sering kesulitan memercayai keputusan ketika mereka dihadapkan pada figur yang abstrak atau visualisasi beresolusi rendah," tegas Valerio.
Menurutnya, ketajaman visual yang digerakkan oleh AI ini bakal berdampak langsung pada integritas dan penerimaan publik terhadap hasil pertandingan itu sendiri.
Tak berhenti di urusan lapangan hijau, Lenovo turut menghadirkan teknologi hologram interaktif yang juga berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan penggemar untuk selfie bareng maskot maupun pemain idola saat tiba di stadion.
Sebagai pelengkap, Lenovo dan Motorola juga merilis rangkaian gadget edisi terbatas bertema FIFA World Cup 2026. Dari Motorola Razr 60, Lenovo Idea Tab, Lenovo Legion Tab Gen 3, Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition, Lenovo IdeaPad Slim 5i, Lenovo Legion Pro 7i, dan ThinkPad X1 Carbon Gen 14.