Automotive

Dampak Perang AS vs Iran, 4 Kapal Tanker Pertamina Terjebak

Bagja Pratama
Dampak Perang AS vs Iran, 4 Kapal Tanker Pertamina Terjebak

Uzone.id - Konflik militer yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat (AS) telah menimbulkan konsekuensi serius, terutama bagi alur distribusi minyak mentah secara global. 

Indonesia, melalui PT Pertamina International Shipping (PIS), merasakan dampak langsung ketika empat kapal tanker andalannya dilaporkan terjebak di area Teluk Arab yang menjadi pusat serangan militer gabungan.




Menurut keterangan resmi Pertamina, dua aset perusahaan saat ini masih berada di zona teluk. Kedua kapal tersebut adalah:

  1. Pertamina Pride: Kapal yang dikelola oleh Ship Management NYK ini sedang dalam tahap pemuatan (loading process) di Ras Tanura, Provinsi Timur Arab Saudi.
  2. Gamsunoro: Kapal yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management, berlokasi tepat di Khor al Zubair, Irak.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan bahwa upaya evakuasi kedua kapal dari area teluk sedang dilakukan secara maksimal. Keselamatan seluruh awak kapal menjadi fokus utama perusahaan.

“Kami berupaya keras agar kedua kapal kami bisa segera keluar dari area teluk,” jelas Vega dalam pernyataan resminya, dikutip Uzone.id.

“Saat ini, tim armada tengah berkomunikasi intensif dengan pihak pengelola untuk berkoordinasi demi memastikan keselamatan para kru dan kapal.” tambahnya.

Selain upaya evakuasi, PIS juga mengintensifkan komunikasi rutin dengan seluruh kru di kedua kapal yang terjebak untuk memastikan kondisi mereka tetap baik selama proses ini. 

Perusahaan bahkan telah menyiapkan rencana pengamanan dan evakuasi komprehensif apabila situasi darurat mengharuskan.

Pemantauan Kapal Lain dan Keamanan Kantor Cabang

Tak hanya dua kapal yang terjebak, PIS juga terus memantau pergerakan dua kapal tanker lainnya yang berada di Timur Tengah:

  • PIS Rinjani: Sedang berlabuh (berada di Anchor-Khor Fakkan) di Uni Emirat Arab, setelah menyelesaikan proses pemuatan.
  • PIS Paragon: Berada di Oman dan masih dalam proses pengisian muatan.





Lebih lanjut, Vega Pita juga memastikan kondisi para pekerja dan keluarga yang berada di kantor cabang PIS di Dubai, yaitu PIS Middle East (PIS ME). Terdapat 30 pekerja dan keluarganya di sana yang dilaporkan dalam keadaan aman. 

PIS ME terus memantau situasi di Dubai dan mengimbau seluruh pekerjanya untuk mematuhi arahan dari Kedutaan Besar Indonesia (KBRI/KJRI), seperti meningkatkan kewaspadaan, melakukan lapor diri, dan menghubungi hotline darurat jika dibutuhkan.

PIS berkomitmen penuh untuk terus memantau secara ketat perkembangan keamanan di kawasan tersebut demi menjaga kelancaran operasional dan distribusi energi nasional.