Automotive

Daihatsu Gran Max MBG yang Seruduk Siswa SD Diduga Belum Bayar Pajak

Brian Priambudi
Daihatsu Gran Max MBG yang Seruduk Siswa SD Diduga Belum Bayar Pajak

Uzone.id - Mobil yang mengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menabrak puluhan siswa dan guru di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, diduga belum membayarkan pajak tahunan ke Samsat.

Setelah kejadian mobil Daihatsu Gran Max pengantar makanan MBG ke SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara ramai menjadi perbincangan, Uzone.id pun melakukan penelusuran ke situs resmi Samsat DKI Jakarta.

Berdasarkan foto yang tersebar di media, mobil tersebut menggunakan pelat nomor B 2093 UIU. Saat ditelusuri lewat situs Samsat DKI Jakarta, ternyata mobil tersebut belum membayarkan pajak yang jatuh temponya sudah sejak 24 Juli 2024.

Status kendaraan tersebut juga tertera  "Jatuh Tempo" lebih dari satu tahun dan segera dimohon untuk memprosesnya ke Samsat induk.



Secara spesifikasi, Daihatsu Gran Max di Indonesia ditawarkan dalam beberapa varian seperti pickup, minibus, atau blind van.

Nah kalau melihat dari gambar yang tertera di media, diduga Daihatsu Gran Max yang digunakan adalah varian Mini Bus. Kemudian pilihan mesin yang tertera di situs Samsat DKI Jakarta adalah varian 1.300 cc.

Daihatsu Gran Max 1.3L memiliki kode mesin K3-DE, DOHC, 1.298 cc, 4-silinder segaris yang mampu menghasilkan tenaga 88 PS di 6.000 rpm dan torsi 115 Nm di 4.400 rpm.





Mesin ini sudah mengandalkan tekologi injeksi untuk suplai bahan bakarnya dengan kapasitas tangki mencapai 43 liter. Sementara transmisinya hanya tersedia dalam pilihan manual 5-percepatan saja

Daihatsu juga menawarkan mesin Gran Max dengan kapasitas yang lebih besar yakni mencapai 1.500 cc dengan kode 2NR-VE yang mampu menghasilkan tenaga 97 PS di 6.000 rpm dan torsi 134 Nm di 4.400 rpm.

Menariknya mesin 1.500 cc pada Daihatsu Gran Max memiliki pilihan transmisi otomatis yang lebih mudah dioperasikan.



Daihatsu Gran Max varian 1.300 cc juga mengandalkan pelek yang lebih kecil yakni 13 inci, sementara yang 1.500 cc mengandalkan diameter yang lebih besar yakni 14 inci.

Sebelumnya Uzone.id beritakan, insiden ini mengakibatkan total 21 korbal luka-luka yang menjalani perawatan intensif. Lima di antaranya dirawat di RSUD Koja, sementara enam korban lainnya di RSUD Cilincing.

Sepuluh korban lainnya, sejauh ini masih dikonfirmasi oleh pemerintah daerah setempat.

Saat ini, unit GranMax sudah diamankan sebagai barang bukti, sementara sopir AI telah ditahan kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan apakah ada unsur kelalaian berat dalam pengoperasian kendaraan tersebut.