Chery Tantang Ferrari & Porsche di Balap Ikonik Le Mans 24 Hours
Chery yang merupakan salah satu raksasa otomotif dari Negeri Tirai Bambu ini secara resmi telah mengumumkan rencana ambisius untuk berlaga di ajang balap 24 Hours of Le Mans yang ikonik.
Komitmen bersejarah ini akan diwujudkan melalui merek premium mereka, Exeed sebagai upaya untuk membuktikan kapabilitas teknis dan ketangguhan produk mereka di kancah global.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Chery untuk mengukuhkan posisi Exeed sebagai merek performa tinggi.
Dikutip dari carnewschina, keputusan Chery untuk terjun ke dunia balap ketahanan, khususnya di kategori Hypercar atau LMP, menunjukkan keseriusan perusahaan dalam mengembangkan teknologi canggih.
Chery memilih untuk ikut Le Mans karena balapan 24 jam ini dianggap sebagai uji coba teknologi yang paling brutal di dunia.
Keberhasilan di Le Mans akan memberikan legitimasi global yang luar biasa bagi Chery dan merek Exeed.
Meskipun persiapan ini pastinya membutuhkan waktu yang lama, Chery berencana untuk berkompetisi di Le Mans dalam lima tahun ke depan yang mungkin akan dimulai paling cepat pada musim balap 2026 atau 2027.
Persiapan mereka dimulai dengan program balap ketahanan domestik untuk menjaring talenta pembalap dan engineer.
Untuk mencapai panggung 24 Hours of Le Mans, Chery telah menyusun strategi bertahap yang komprehensif, dikenal sebagai program "Road to Le Mans." Tahap-tahap ini dirancang untuk membangun fondasi balap yang kokoh.
Tahap awal akan dimulai dengan pembentukan sistem seleksi balap ketahanan domestik yang diberi nama "Exeed Unified Race."
Program ini ditujukan untuk menyempurnakan teknologi kendaraan, membangun struktur tim balap yang solid, serta menjaring pembalap dan engineer berbakat yang dibutuhkan untuk berkompetisi di ajang internasional.
Puncaknya, tahap ketiga adalah pembentukan "Exeed Le Mans Team" yang akan turun langsung di balapan utama 24 Hours of Le Mans.
Bukti Kemampuan Teknologi dan Target Pasar
Partisipasi di Le Mans memiliki dua tujuan strategis bagi Chery yaitu pengembangan teknologi dan peningkatan citra merek Exeed di pasar global.
Chery akan menjadi pabrikan China pertama yang secara resmi berkomitmen untuk ajang balap ketahanan Le Mans.
Keikutsertaan ini akan memaksa Chery untuk mengembangkan powertrain dan teknologi termal yang jauh lebih canggih daripada yang mereka gunakan di mobil produksi saat ini.
Pengalaman yang diperoleh di sirkuit akan langsung diaplikasikan ke mobil jalan raya Exeed di masa depan.
Persaingan langsung untuk melawan nama-nama besar di sirkuit akan meningkatkan persepsi kualitas dan performa Exeed, yang sangat penting untuk ekspansi ke pasar global, termasuk Eropa dan Asia.
Dalam balap Le Mans, Chery kemungkinan besar akan memilih kategori Hypercar atau LMP (Le Mans Prototype), kategori yang mempertemukan mobil-mobil paling canggih saat ini.
Keputusan untuk masuk di kelas Hypercar berarti Chery akan bersaing langsung dengan mobil-mobil dari pabrikan ternama yang sudah lebih dulu memiliki sejarah panjang di Le Mans, seperti Porsche dan Ferrari.
Tantangan yang akan dihadapi oleh Chery tidak hanya soal kecepatan, tetapi juga pada daya tahan mesin, transmisi, dan sistem hybrid selama 24 jam tanpa henti.
Kesiapan finansial dan teknis Chery melalui merek Exeed telah menunjukkan bahwa pabrikan Tiongkok kini benar-benar serius menantang dominasi otomotif tradisional.
Ambisi Chery melalui Exeed untuk ikut serta di 24 Hours of Le Mans adalah langkah monumental. Ini adalah pernyataan tegas bahwa pabrikan Tiongkok kini siap bersaing di level tertinggi motorsport global, menjanjikan pertarungan yang semakin seru di sirkuit legendaris Prancis.