Chery Akui Tiggo 8 CSH Masih Bermasalah, Investigasi Sedang Dilakukan
Uzone.id - Chery Tiggo 8 CSH yang baru dijual di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir mulai mendapatkan keluhan dari konsumen. Dengan adanya kejadian yang menimpa konsumen, bagaimana quality control-nya?
Rifkie Setiawan selaku Head of Brand Department Chery Sales Indonesia mengatakan masalah diduga berasal dari sistem perangkat lunak yang menurutnya belum optimal.
Menurutnya harus konsumen harus melakukan update software agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jadi kombinasi perangkat lunak yang memang beberapa enggak harus jadi langsung perfect banget gitu, jadi ada beberapa yang mungkin perlu di-update ada bugs gitu," ujar Rifkie di Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/9).
"Nah itu sudah lumrah dalam hal teknologi. Tinggal cek saja seperti apa. Dan kalau misalkan perlu software update, kami update dan lain-lain," lanjutnya.
Belakangan ini banyak keluhan mengenai Chery Tiggo 8 CSH yang ramai di media sosial seperti hilang tenaga sama seperti yang pernah kami beritakan.
Kemudian ada juga keluhan konsumen yang merasa dipersulit saat mengajukan garansi di bengkel resmi. Hingga terdapat laporan konsumen yang memiliki kerusakan di internal mobil meskipun Tiggo 8 CSH miliknya tidak pernah kecelakaan.
Menanggapi hal tersebut, Rifkie mengatakan pihaknya baru menerima informasi tersebut dan sedang menelusuri permasalahannya secara lebih lanjut.
"Itu baru kami dengar dan lagi investigasi," jelasnya.
Namun Rifkie mengaku, masalah pada Chery Tiggo 8 CSH disebutkan tidak masif sehingga tidak sampai ada kampanye recall.
"Penarikan massal sih enggak, karena ini kan enggak menjadi keseluruhan sih, bukan masalah yang general. Ya tidka begitu banyak, karena di grup saya juga enggak terlalu banyak dengar tentang si aftersales untuk itu ya," sebutnya.
"Jadi artinya sudah ditangani dengan baik," lanjut Rifkie.
Lantas pertanyaannya, bagaimana Chery menjaga kualitas alias quality control atas adanya masalah pada Tiggo 8 CSH konsumen.
Di mana meskipun tidak terjadi secara keseluruhan, namun muncul secara acak yang justru lebih sulit untuk diketahui akar permasalahannya.
Rifkie mengatakan pihaknya selalu menganalisa keluhan dari konsumen, hasil analisa tersebut mereka manfaatkan untuk pengembangan di internal dan dikirim juga ke prinsipal di China.
"Iya pasti kan semuanya kan itu ada timbul misalkan ada keluhan dari konsumen itu kan kita analisa kan. Nah hasil analisa itu kan juga buat improvement kita di internal dan kita kirim ke headquarter juga gitu. Jadi headquarter pun juga melakukan satu analisa dan improvement juga," pungkasnya.
Seperti yang sebelumnya kami beritakan, Chery Tiggo 8 CSH yang mengalami hilang tenaga pertama kali ditemukan saat kami melakukan media test drive dari PIK 2 ke Bandung.
Dalam perjalanan, terdapat salah satu mobil awak media yang mengalami kendala sampai tidak bisa digas ketika sedang melaju di jalan tol.
Berdasarkan keterangan pengguna mobil tersebut, baterai pada Chery Tiggo 8 CSH tidak terisi meskipun sudah dipindahkan ke mode mesin bensin hingga akhirnya mencapai 10 persen.
Akhirnya mobil perlu dicas kembali daya baterainya agar mau menyala dan bisa berganti ke sumber daya bensin untuk melanjutkan perjalanan.
Kala itu, Chery beralasan unit yang dipakai media test drive merupakan produksi paling awal sehingga belum update software, namun kenapa hal yang sama masih bisa sampai ke tangan konsumen?