Digilife

ChatGPT Translate Sudah Tersedia, Apa Saja Keunggulannya?

Vina Insyani
ChatGPT Translate Sudah Tersedia, Apa Saja Keunggulannya?

Uzone.id — Pekan lalu, secara mengejutkan OpenAI diam-diam meluncurkan alat terjemahan baru bernama ChatGPT Translate. Kehadiran platform ini jadi cara OpenAI untuk menggoyahkan dominasi Google Translate.

Meskipun sebenarnya aplikasi ChatGPT saja sudah bisa digunakan untuk menerjemahkan, tapi alat yang satu ini hadir secara terpisah dan dikhususkan hanya untuk melakukan terjemahan.

ChatGPT Translate sendiri kini sudah tersedia untuk semua pengguna dan baru tersedia dalam bentuk situs/web saja. Ketika dibuka, web yang satu ini secara tampilan terasa sangat familiar karena mirip dengan Google Translate. 




Kalian akan langsung mendapatkan dua kotak teks, dimana yang satu untuk input alias teks untuk bahasa asal dan satu untuk output ke bahasa yang ditranslate.

Lalu, apa saja sih keunggulannya?

Meski baru dirilis, ChatGPT Translate sudah memiliki fitur deteksi bahasa otomatis dan dukungan terjemahan ke dan dari lebih dari 50 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Keunggulan lainnya adalah apa yang bisa kalian lakukan setelah teks diterjemahkan. Di bagian bawah tampilan, kalian akan melihat beberapa opsi prompt yang memungkinkan kalian untuk mengedit teks terjemahan. 


Opsi-opsi ini meliputi prompt seperti membuat terjemahan terdengar lebih fasih, menulis ulang dalam nada formal bisnis, menyederhanakan kalimat untuk anak-anak, atau menyesuaikan untuk audiens akademis. 

Jika kalian memilih salah satu opsi ini, kalian akan langsung diarahkan ke halaman utama ChatGPT dengan prompt yang sudah terbentuk sepenuhnya, sehingga memungkinkan kembali kustomisasi yang lebih mendalam menggunakan AI.



Dengan kehadiran fitur ini, OpenAI melalui ChatGPT Translate ingin menghadirkan nuansa AI-first yang unik. 

Alih-alih hanya menerjemahkan dari satu bahasa ke bahasa lain, platform ini memungkinkan pengguna untuk mempertimbangkan konteks, nada, dan audiens, hal yang belum pernah dilakukan oleh alat terjemahan lainnya.

Meski begitu, mamanya juga baru dirilis, kesenjangan fitur dengan antara ChatGPT Translate dan Google Translate masih cukup signifikan. 

Selain jumlah bahasa yang tersedia masih jauh dibawah Google, ChatGPT Translate juga belum mendukung penerjemahan teks di gambar.

Selain itu, belum ada dukungan untuk menerjemahkan dokumen, tulisan tangan, situs web, atau percakapan secara real time seperti Google Translate.

Gak hanya itu, ChatGPT Translate juga belum hadir dalam bentuk aplikasi dan hanya mendukung terjemahan teks biasa di desktop dan browser smartphone. 

Untuk saat ini, Google jelas unggul dalam permainan penerjemahan tapi melihat beberapa fitur menjanjikan seperti prompt dan kustomisasi terjemahan, ChatGPT Translate mengisyaratkan masa depan yang cukup berbeda.

Jika OpenAI memperluas dukungan bahasa dan menambahkan fitur lainnya, gak menutup kemungkinan kalau nantinya Translate milik ChatGPT ini mampu menggoyahkan posisi Google dalam persaingan produk ini.