Gadget

Cerita Ngabuburit yang Terekam Detail di Samsung Galaxy S26 Ultra

Trisno Heriyanto
Cerita Ngabuburit yang Terekam Detail di Samsung Galaxy S26 Ultra

Uzone.id -Jelang waktu berbuka, banyak orang memilih keluar rumah untuk sekadar berjalan santai atau berburu takjil. Jalanan biasanya lebih ramai dari hari biasa. Di beberapa tempat, pedagang makanan mulai berjejer, menawarkan kolak, gorengan, sampai minuman dingin yang kerap jadi incaran menjelang magrib.

Suasana seperti ini sering menarik untuk direkam dalam video. Banyak detail kecil yang muncul dalam waktu singkat, pedagang yang menyiapkan makanan, orang-orang yang berlalu lalang, sampai warna-warni minuman di etalase



Smartphone sering menjadi alat paling praktis untuk merekam suasana seperti ini. Di Galaxy S26 Ultra, Samsung membawa sistem kamera dengan kombinasi sensor besar, resolusi tinggi, serta kemampuan perekaman video yang cukup lengkap.

Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan empat kamera belakang dengan konfigurasi 200MP wide camera, 50MP ultra-wide, 10MP telephoto dengan 3x optical zoom, dan 50MP periscope telephoto dengan 5x optical zoom. Kamera depan menggunakan sensor 12MP yang juga mendukung perekaman video hingga 4K.

Untuk perekaman video, ponsel ini mendukung resolusi hingga 8K pada 30fps, selain 4K pada 60fps dan Full HD hingga 240fps untuk slow motion.


Resolusi 8K berarti setiap frame video memiliki lebih dari 33 juta piksel. Jumlah ini membuat detail tetap terjaga ketika video dipotong saat proses editing.

Dalam situasi ngabuburit, kemampuan seperti ini cukup terasa. Ketika merekam keramaian pasar takjil, satu frame video bisa memuat banyak aktivitas sekaligus. Jika ada bagian menarik, misalnya pedagang yang sedang menuang minuman atau makanan yang baru diangkat dari wajan, bagian tersebut masih bisa diambil dari frame video tanpa kehilangan ketajaman gambar.

Sebagian besar video biasanya direkam menggunakan kamera utama. Samsung Galaxy S26 Ultra memakai sensor 200MP ISOCELL berukuran sekitar 1/1.3 inci dengan bukaan f/1.7.

Sensor dengan ukuran seperti ini memungkinkan kamera menangkap lebih banyak cahaya, sesuatu yang penting ketika merekam video di kondisi cahaya yang berubah cepat menjelang malam.


Samsung Galaxy S26 Ultra (Foto: Budi/Uzone)
Samsung Galaxy S26 Ultra (Foto: Budi/Uzone)

Sensor tersebut juga menggunakan teknologi pixel binning 16-in-1. Artinya, enam belas piksel kecil digabung menjadi satu piksel yang lebih besar untuk meningkatkan sensitivitas cahaya.

Teknik ini membantu menghasilkan video dengan noise yang lebih rendah ketika direkam di kondisi cahaya campuran, misalnya di pasar takjil yang memiliki kombinasi lampu kios, lampu jalan, dan cahaya langit sore.

Ketika ingin menangkap suasana yang lebih luas, kamera ultra-wide 50MP dengan sudut pandang 120 derajat bisa digunakan. Lensa ini memiliki bukaan f/1.9 dan dirancang untuk merekam area yang jauh lebih lebar dibanding kamera utama.

Dalam praktiknya, kamera ultra-wide cocok digunakan ketika ingin merekam keseluruhan suasana tempat. Satu frame video bisa menampilkan deretan pedagang, pembeli yang berlalu-lalang, serta aktivitas di sekitarnya sekaligus.


Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26+ (foto: Dok Uzone)
Samsung Galaxy S26 dan Galaxy S26+ (foto: Dok Uzone)

Samsung Galaxy S26 Ultra juga menyediakan dua kamera telephoto untuk kebutuhan perekaman jarak menengah hingga jauh. Kamera 10MP telephoto dengan 3x optical zoom menggunakan lensa dengan panjang fokus sekitar 67mm, sehingga objek bisa diperbesar tiga kali tanpa kehilangan kualitas gambar.

Sementara itu, kamera 50MP periscope telephoto dengan 5x optical zoom menggunakan sistem lensa periskop dengan panjang fokus sekitar 111mm. Teknologi ini memungkinkan pembesaran optik lebih jauh tanpa membuat modul kamera terlalu tebal.

Kombinasi dua kamera telephoto ini memberikan fleksibilitas ketika merekam video dari jarak yang berbeda. Misalnya ketika ingin mengambil momen candid di tengah keramaian tanpa harus mendekat ke objek.




Samsung juga mempertahankan fitur Space Zoom hingga 100x, yang memanfaatkan kombinasi zoom optik, digital zoom, dan pemrosesan AI untuk menjaga detail gambar ketika pembesaran dilakukan.

Selain kualitas gambar, stabilitas video juga menjadi faktor penting. Video yang direkam sambil berjalan sering terlihat goyang jika tidak menggunakan sistem stabilisasi yang baik.

Samsung Galaxy S26 Ultra menggunakan sistem stabilisasi berbasis sensor yang dikenal sebagai Super Steady. Sistem ini memanfaatkan sensor gyroscope untuk membaca pergerakan tangan, lalu menyesuaikan frame video secara real-time agar tetap stabil.

Pendekatan ini membuat video tetap halus meskipun direkam sambil berjalan menyusuri pasar takjil atau berpindah dari satu pedagang ke pedagang lain.

Di sisi pemrosesan gambar, Samsung Galaxy S26 Ultra juga menggunakan teknologi ProVisual Engine. Sistem ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk menganalisis beberapa frame video sekaligus. Dari proses tersebut, kamera dapat menyesuaikan kontras, warna, serta dynamic range secara otomatis.

Hal ini membantu menjaga detail gambar ketika kondisi cahaya berubah dengan cepat, misalnya saat kamera berpindah dari area terbuka yang terang ke bagian jalan yang lebih gelap di bawah lampu.

Seluruh proses pengolahan video tersebut didukung oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang memiliki Neural Processing Unit (NPU) untuk menangani pemrosesan AI. Chip ini membantu kamera memproses HDR video, mengurangi noise, serta stabilisasi gambar yang efisien.

Selain performa prosesor, Samsung Galaxy S26 Ultra juga dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 60W. Kapasitas baterai ini penting ketika smartphone digunakan untuk merekam video dalam waktu lama, seperti ketika mendokumentasikan aktivitas ngabuburit dari sore hingga menjelang berbuka.

Berikut adalah spesifikasi singkat Samsung Galaxy S26 Ultra: