CATL Kembangkan Baterai Mobil Listrik Berbahan Garam
Uzone.id - Produsen baterai raksasa, CATL, secara resmi mengumumkan komitmennya untuk memproduksi baterai natrium-ion secara massal guna memenuhi kebutuhan pasar global.
Langkah besar ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama perusahaan energi China, HyperStrong.
Melalui kemitraan ini, CATL dan HyperStrong bersepakat untuk memasok 60 GWh baterai natrium-ion selama tiga tahun ke depan.
Kolaborasi ini menjadi solusi atas tantangan rantai pasok dan bertujuan memenuhi permintaan baterai, termasuk untuk kendaraan listrik.
Pengembangan baterai natrium-ion telah menjadi fokus CATL sejak tahun 2016, dengan total investasi yang mencapai 10 miliar yuan atau setara sekitar Rp23 triliun.
Natrium adalah logam alkali yang reaktif dan melimpah di kerak bumi—unsur keenam terbanyak—ditemukan dalam mineral seperti halit (garam batu).
Keunggulan baterai berbasis natrium dibandingkan lithium-ion terletak pada performanya di berbagai kondisi suhu. Baterai natrium diklaim lebih stabil dan hanya menghasilkan sedikit panas selama beroperasi.
Dalam upaya efisiensi, CATL telah meningkatkan kepadatan energi baterai natriumnya dan mengadopsi desain platform yang sama dengan baterai lithium-ion.
Integrasi platform ini bertujuan untuk memangkas biaya produksi, memungkinkan baterai natrium digunakan di berbagai jenis kendaraan yang saat ini menggunakan baterai lithium.
"Dalam jangka panjang, baterai ion natrium diharapkan mampu menggantikan 30 persen sampai 40 persen dari permintaan pasar yang ada saat ini," ujar Robin Zeng, Chairman CATL, dalam keterangan resminya.
CATL terus mempromosikan penerapan baterai natrium-ion untuk berbagai kendaraan listrik. Saat ini, pabrikan telah memulai pengembangan baterai natrium generasi keenam untuk mengakomodasi skenario pasar yang lebih luas.
Penerapan komersial pertama datang dari Changan Automobile, yang menjadi produsen kendaraan listrik pertama menggunakan baterai natrium-ion.
Model Changan Nevo A06 akan menggunakan baterai Naxtra milik CATL. Baterai Naxtra ini menawarkan daya lepas tiga kali lipat dari baterai LFP pada kondisi dingin.
Changan Nevo A06 dijadwalkan meluncur pada akhir semester 1 2026 dan akan menjadi mobil pertama bertenaga "baterai garam".
Dengan penerapan komprehensif baterai ion natrium di sektor penyimpanan energi dan tenaga penggerak, CATL berupaya membangun posisi dominan dalam teknologi kimia baterai yang baru ini.