Ramadan Lyfe

Cara Pengendara Siasati Larangan Mudik, Ada Saja Akalnya

By Tomy Tresnady

(Foto: Instagram @tmcpoldametro)

Uzone.id - Bukan orang Indonesia namanya kalau gak banyak akal. Demi bisa pulang sampai ke kampung halaman sebelum Lebaran tiba, banyak modus yang dipakai untuk meloloskan diri dari penyekatan petugas.

Mereka seperti tak mau tahu soal larangan mudik, termasuk di wilayah aglomerasi, karena pemerintah khawatir Indonesia mengikuti jejak India yang tengah diserang Covid-19 gelombang kedua, di mana ada kasus kematian 4.000 oran dalam waktu 24 jam.

Pemerintah telah melarang adanya mudik lebaran, berlaku 6-17 Mei.

Berikut modus para pemudik demi bisa lolos dari cegatan petugas yang mungkin bisa mengundang empati atau bahkan bikin kita tergelitik.

1. Mudik Pakai Ambulans

Pemudik dilaporkan memanfaatkan armada ambulans demi bisa lolos dari penyekatan petugas.
Polisi pun akhirnya memutarbalikkan sebuah mobil ambulans di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah ketahuan ada pemudik di dalamnya.

Ambulans itu diminta putar balik saat polisi melakukan operasi penyekatan di tengah pemberlakuan larangan mudik 6-17 Mei.
Di dalam mobil ambulans tersebut terdapat dua orang dewasa, dua orang ibu-ibu, dan dua anak-anak.

BACA JUGA: PUBG Ganti Nama, Tapi Cuma di Negara Ini

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan kepada wartawan, Jumat (7/5), bahwa penumpang di mobil ambulans berdalih akan melayat di daerah Subang, Jawa Barat.

Pemudik itu juga tidak bisa menunjukkan persyaratan swab antigen. Padahal, kata Yusri, ambulans termasuk salah satu kendaraan yang diperbolehkan melintas saat kebijakan larangan mudik berlaku. Namun, kebijakan itu malah diakal-akalin pemudik.

2. Sembunyi di Truk Towing Motor

Keselamatan jadi nomor sekian demi bisa bertemu keluarga tercinta di kampung halaman. Pemudik sampai rela sembunyi di antara motor yang sedang diangkut truk towing.

Polisi berhasil mengamankan sebuah truk towing berisi pemudik di KM 31 Tol Cikupa, pada Jumat (7/5) malam, seperti yang terlihat dalam tayangan video yang viral di sosial media.

Dilaporkan, sekitar 10 orang pemudik kedapatan bersembunyi di dalam truk towing bernomor polisi B 9121 UYZ milik PT Astra Honda Motor (AHM).

Kombes Pol Tri Julianto Djatiutomo mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari pemudik mereka bekerja sebagai buruh di AHM. Dari 10 orang itu, hanya satu penumpang saja yang bisa menunjukkan SIKM.

Bagi supir truk dikenakan sanksi tilang karena dianggap melanggar Pasal 303 Undang-Undang No. 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan tahun 2009.

Tri Julianto mengatakan, sang supir terancam pidana kurungan selama 1 bulan atau denda Rp250 ribu.

3. Sembunyi di Bak Truk Tertutup Terpal

Bersembunyi di dalam truk dengan ditutup terpal demi bisa pulang kampung bukanlah ide yang bagus karena hawa di dalam akan terasa panas saat di tengah terik matahari.

Polisi telah mengamankan pemudik yang bersembunyi di dalam bak truk tertutup terpal.

Kejadian ini diabadikan oleh rekaman video ponsel yang diunggah ke akun TikTok pada Kamis (6/5) danmenjadi viral.

4. Sembunyi di truk sayur

Polisi mengamankan pemudik yang bersembunyi di bak truk berisi sayuran.

Meskipun bak truk sudah ditutup terpal, namun jumlah sayur yang berada di dalam bak truk tidak sukses membuat kamuflase karena jumlah sayurnya sangat sedikit.

Petugas dilaporkan kaget ketika memeriksa bagian bak truk. Sedikitnya tujuh orang pemudik tengah sembunyi di antara tumpukan sayur.
Petugas sempat curiga kepada penumpang yang duduk di samping kursi pengemudi.

Supir truk bernama Aep mengaku terbiasa bolak-balik Garut-Bekasi. Truk memang diperbolehkan melintas di titik penyekatan. Namun, lain cerita kalau yang dibawa bukan cuma sayur saja, tapi Bersama para pemudik yang kangen bertemu orang tercinta.

5. Sembunyi di Truk Malah Terguling

Sial betul lelaki bernama Niko (27). Niat mudik sembunyi-sembunyi dari petugas di dalam truk, malahan truk yang ditumpanginya terguling.

Truk yang mengangkut bahan tekstil tersebut terguling pada Sabtu (8/5) di ruas Tol Cipali KM 159 yang masuk wilayah Majalengka, Jawa Barat.

Niko nekat numpang truk pengangkut tekstil demi bisa mudik ke Tegal, Jawa Tengah. Beruntung dia tidak mengalami luka yang serius.
Kecelakaan itu diduga karena supir mengantuk sehingga tidak bisa mengendalikan truknya.

6. Pakai jaket Ojol

Polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa pemudik mengenakan jaket ojek online (ojol) demi bisa mengelabui petugas di titik penyekatan.

Petugas di posko penyekatan Sumber Artha, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, bernama Heri mengatakan bahwa banyak ojol yang memberikan alasan antar paket saat diperiksa petugas.

"Takutnya ini modus. Dapat laporan dari warga, jaket ojol itu mereka untuk menyiasati pulang kampung dengan pakai jaket ojol," kata Heri, Minggu (9/5).

Petugas pun akan mengawasi secara ketat barang bawaan yang dibawa oleh pengemudi ojol dengan memeriksa barang satu per satu.
Petugas pun belum menangkap basah pemudik yang memakai jaket ojol agar bisa mengelabui petugas.

7. Pura-pura Jadi Diver Ojol

Petugas mengamankan tiga pengendara motor yang mengenakan jaket ojol di pos Bundaran Kepuh, Kecamatan Karawang Barat, Jumat (7/5).

Mereka semua menggunaka sepeda motor plat nomor B Jakarta. Ada yang mengaku melakukan perjalanan ke Pemalang, Jawa Tengah.

Meskipun dinyatakan negatif Covid-19 saat dites antigen, mereka ada yang diminta putar balik karena tidak membawa surat perjalanan dan ada satu orang yang membawa surat perjalanan.