Startup

Cara Lark Bikin Kerja Lebih Cerdas dan Hemat Biaya Operasional

Muhammad Faisal Hadi Putra
Cara Lark Bikin Kerja Lebih Cerdas dan Hemat Biaya Operasional

Uzone.id - Salah satu masalah utama produktivitas tim adalah terlalu banyaknya aplikasi yang dipakai. Diskusi berjalan di aplikasi chat, keputusan penting disimpan di email, dan eksekusi tugasnya ada di platform yang lain. 

Akibatnya, anggota tim menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk berkoordinasi dan terus-menerus berpindah aplikasi, bukannya menyelesaikan pekerjaan inti. 

Salah satu solusinya, hadir lewat platform kolaborasi terpadu bernama Lark. Platform ini menyatukan semua fungsi ke dalam satu aplikasi, sehingga tim bisa bekerja tanpa harus kehilangan konteks akibat terlalu sering berpindah aplikasi.

“Produktivitas lahir ketika sistem kerja mampu menyatukan orang, informasi, dan proses dalam satu alur yang utuh dan berkesinambungan,” ucap Mark Dembitz, General Manager APAC Lark.



Mark menambahkan, Lark mencoba mengubah kebiasaan penggunaan aplikasi chat yang cuma dijadikan sebagai tempat diskusi. Di platform ini, fungsi obrolan diubah menjadi pusat kerja atau work hub.

Pesan yang masuk bisa langsung dikonversi menjadi tugas, dokumen, atau persetujuan di dalam jendela percakapan yang sama. Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil memiliki konteks yang jelas dan langsung terhubung dengan eksekusi, tanpa risiko miskomunikasi atau data yang tercecer di aplikasi lain.

Masalah lain yang sering menghambat tim adalah sinkronisasi data yang berantakan. Untuk mengatasi ini, kata Mark, Lark mengintegrasikan fitur Messenger, Video Meeting, dan Email dengan dokumen kerja seperti Lark Docs, Sheets, Slides, dan Wiki, dalam satu tempat.

Integrasi ini memastikan semua anggota tim bekerja pada dokumen dengan versi yang sama secara real-time. Komentar, revisi, maupun penugasan langsung juga dapat disertakan pada dokumen tersebut secara langsung, sehingga kolaborasi berjalan lebih cepat dan risiko miskomunikasi dapat ditekan.

Otomatisasi tanpa repot coding


Selain masalah komunikasi, Lark juga membereskan tantangan teknis yang sering dihadapi perusahaan, yakni pembuatan sistem otomatisasi. 

Lark menyediakan fitur Approval dan Workflow Automation yang memungkinkan tim membangun alur kerja, mulai dari cuti, reimbursement, hingga persetujuan anggaran—tanpa coding dan tanpa integrasi tambahan.



Sementara untuk meningkatkan visibilitas terhadap progres kerja, ada fitur Lark Tasks dan Lark Base. Dengan fitur ini, kepemilikan tugas, status progres, hingga kendala yang muncul dapat dilihat secara real-time dan terhubung langsung dengan percakapan serta dokumen terkait. 

Lewat cara ini, pimpinan mendapatkan gambaran menyeluruh tanpa perlu berpindah aplikasi atau meminta laporan manual secara terus-menerus kepada anggota tim.

Biaya operasional lebih efisien


Penyatuan berbagai fungsi ke dalam satu aplikasi ini pada akhirnya berdampak pada efisiensi biaya. Perusahaan tidak perlu lagi membayar langganan untuk banyak aplikasi terpisah. 

Mark mengklaim, integrasi banyak fitur di dalam Lark membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional hingga 10 kali lipat, mendongkrak produktivitas hingga 39 persen, serta memangkas biaya operasional sampai 70 persen.




“Lark hadir untuk membantu perusahaan membangun cara kerja yang lebih terhubung dan efisien, sehingga kolaborasi dan pengambilan keputusan di dalam perusahaan dapat berjalan dengan lebih cepat,” pungkas Mark.

Di Indonesia, Lark sudah digunakan oleh sejumlah perusahaan, dari GoTo yang berhasil menghubungkan ribuan karyawan mereka, sampai MPPA (Hypermart) yang menggunakannya untuk koordinasi antara kantor pusat dan 130 gerainya. Selain itu, ada Traveloka, Tomoro Coffee, hingga MR DIY.