Digilife

Cara Bos Baru Mozilla Bikin Firefox 'Merdeka' dari Duit Google

Muhammad Faisal Hadi Putra
Cara Bos Baru Mozilla Bikin Firefox 'Merdeka' dari Duit Google

Uzone.id - Mozilla telah menunjuk Anthony Enzor-DeMeo sebagai CEO baru di tengah kondisi perusahaan yang sulit. Mantan kepala tim browser Firefox ini punya tugas berat, yakni menyeimbangkan misi organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menjadikan internet tempat yang lebih baik bagi semua orang, dan unit bisnis yang harus tetap mencari cuan

Dipilihnya Anthony bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tapi upaya penyelamatan Mozilla yang kini nasibnya ditopang oleh sokongan dana dari Google. 

Bukan rahasia lagi kalau ‘napas’ finansial Mozilla sangat bergantung pada kontrak mesin pencari dengan Google. Tanpa dana segar dari raksasa pencarian tersebut, operasional Mozilla dan pengembangan mesin browser independen mereka, Gecko, terancam tamat.

Dilema ini sempat dijelaskan oleh CFO Mozilla, Eric Muhlheim, dalam kesaksiannya di persidangan kasus 'U.S. v. Google’, ketika Google menghadapi gugatan dari Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara bagian atas tuduhan monopoli di pasar mesin pencari dan periklanan digital. 


Muhlheim membeberkan bahwa Mozilla pernah mencoba lepas dari Google pada 2014 hingga 2017 dengan beralih ke Yahoo, sebagai mesin pencari bawaan browser. Tapi, pengguna justru kabur, lantaran kualitas pencarian yang dianggap tidak mumpuni.

Ia mengatakan, hal ini membuktikan bahwa strategi pencarian Mozilla bukan soal monopoli, tapi tentang memberikan pengalaman terbaik yang memang diinginkan pengguna.

"Tujuan kami adalah mengevaluasi dan memilih pengalaman pencarian terbaik di tiap wilayah. Saat kami mencoba beralih, pengguna malah meninggalkan Firefox sepenuhnya," ungkap Muhlheim pada Mei 2025, dikutip dari Blog Mozilla.

Lebih lanjut, masalah dana ini bukan cuma soal operasional kantor. Bagi Mozilla, dana segar dibutuhkan untuk membangun masa depan web yang terbuka. 

Saat ini, klaim Mozilla, Gecko adalah satu-satunya mesin browser yang tersisa untuk melawan dominasi Chromium milik Google dan WebKit milik Apple. Jika dana dari kontrak Google hilang, Mozilla terpaksa memangkas dukungan untuk Gecko.


“Tanpa pendapatan ini, Mozilla dan peramban independen kecil lainnya mungkin terpaksa mengurangi operasi dan memangkas dukungan untuk proyek-proyek penting seperti Gecko, satu-satunya mesin peramban yang tersisa yang bersaing dengan Chromium milik Google dan WebKit milik Apple,” tulis Mozilla.

"Inovasi, privasi, dan pilihan pengguna hanya bisa tumbuh jika mesin browser bersaing. Jika kita kehilangan Gecko, web hanya akan dioptimalkan untuk prioritas bisnis komersial, bukan nilai-nilai privasi dan aksesibilitas," tegas pihak Mozilla.

Strategi CEO baru Mozilla

CEO baru Mozilla, Anthony Enzor-DeMeo
CEO baru Mozilla, Anthony Enzor-DeMeo

Inilah tantangan terbesar CEO baru Mozilla, Anthony Enzor-DeMeo. Ia dengan cepat menyadari bahwa risiko bergantung pada satu sumber yang besar sangatlah berisiko. 

Dalam wawancaranya dengan The Verge, Anthony menyiapkan strategi besar dengan meluncurkan AI Mode di Firefox. Bukan dengan melatih AI sendiri—yang membuat perusahaan merogoh kocek lagi, tapi memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memilih model AI yang ingin mereka gunakan.

Opsi yang ditawarkan beragam, mulai dari model open-source, pilihan cloud yang dikelola Mozilla, hingga integrasi dari layanan besar seperti ChatGPT, Claude, atau Gemini.

"Kami tidak memiliki insentif untuk mendorong satu model di atas model lainnya. Jadi, kami akan mencoba masuk ke pasar dengan berbagai pilihan model," jelasnya, dikutip pada Kamis (18/12).


Selain AI, ia juga akan menambah pendapatan lewat layanan langganan VPN yang akan rilis tahun depan sampai memaksimalkan fitur Mozilla Monitor. Malah, ia juga menyebut kalau perusahaan bisa saja mendapatkan tambahan uang USD150 juta dengan memblokir layanan ad blocker di Firefox. Namun, ia dengan tegas menolaknya.

“Saya rasa kita perlu diversifikasi pendapatan dari Google. Tetapi saya tidak serta merta percaya kita perlu diversifikasi pendapatan dari browser itu sendiri,” kata Anthony. 

Saat ini, Firefox mencatatkan sekitar 200 juta pengguna bulanan dan berhasil menunjukkan pertumbuhan positif, terutama di perangkat mobile. Anthony yakin, bahwa akan ada lebih banyak orang yang kembali ke Firefox karena jaminan keamanan yang mereka tawarkan. 

"Saat saya memakai produk Mozilla, saya tahu data saya dalam kendali saya sendiri. Saya bisa mematikan fiturnya, dan mereka tidak akan melakukan hal-hal aneh. Itulah yang dibutuhkan pasar saat ini," pungkasnya.