Automotive

BYD Pede Pasar Mobil Listrik Bekas Bisa Berkembang

Brian Priambudi
BYD Pede Pasar Mobil Listrik Bekas Bisa Berkembang

Uzone.id - Mobil listrik semakin banyak diminati oleh konsumen di Indonesia, meski demikian kondisi di pasar bekas jauh berbeda. Depresiasi mobil listrik mengalami penurunan harga yang sangat drastis untuk harga jualnya di Indonesia.

Menurunnya harga mobil listrik bekas sudah banyak diberitakan, bahkan terdapat Hyundai Ioniq 5 bekas yang dijual hampir setengah harga banderol barunya.

BYD Indonesia sebagai salah satu produsen mobil listrik yang banyak menjual produk elektrifikasi pun buka suara terkait hal ini.

Menurut Luther Panjatian selaku Head of Marketing PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia menyebutkan fenomena harga mobil listrik bekas yang anjlok disebabkan karena belum terbentuknya pasar di segmen tersebut.



"Jadi secara umum mobil listrik itu sebenarnya bukan depresaisinya yang besar. Akan tetapi memang pasar mobil bekasnya belum terbentuk. Apalagi market mobil bekas di Indonesia itu lebih konservatif," sebut Luther belum lama ini.

"Pedagang mobil bekas saat ini masih menetapkan skema bisnis yang konservatif, dia ambil harga yang terendah," lanjutnya.

Luther berpendapat saat ini kondisi pasar mobil listrik bekas sama dengan pada saat transmisi otomatis belum populer.





"Tapi ya kita sebenarnya sudah pernah menjalani beberapa era. Sebagai contoh transmisi manual dan otomatis. Dulu mobil matic bukan jenis mobil yang populer. Tapi apakah sekarang mobil transmisi manual masih se-hype itu? Tidak kan," ungkap Luther.

Luther mengartikannya, saat ini masih menjadi masa transisi peredaran mobil listrik di pasar mobil bekas. Pada waktunya, jika sudah terbentuk memungkinkan untuk harga jual kembali yang tinggi.

"Jadi ini masa transisi aja. Karena ini market-nya belum terbentuk," tukas Luther.



Perlu diketahui, depresiasi harga sebuah mobil memang menjadi penting bagi konsumen Indonesia. Mobil yang memiliki depresiasi harga yang kecil, banyak mendapatkan peminat baik di pasar mobil baru maupun mobil bekas.

Founder National Battery Research Institute Evvy Kartini, mengungkap kalau baterai jadi salah satu penyebab anjloknya harga jual kembali mobil listrik.

Baterai merupakan komponen termahal yang terdapat di mobil listrik. Banderol komponen tersebut bisa 40-50 persen dari total harga jual kendaraan.

Hal itu berbeda dengan kendaraan bensin atau internal combustion engine (ICE), sedangkan kekuatan kendaraan listrik terus menurun setelah pemakaian lama.