Automotive

BYD Kalah Pamor, Chery Pimpin Penjualan EV September 2025

Bagja Pratama
BYD Kalah Pamor, Chery Pimpin Penjualan EV September 2025

Uzone.id - Chery mulai mendapatkan kepercayaan masyarakat Indonesia. Brand asal China ini terus menggempur produk baru serta terus membangun layanan purnajual. 

Hal itu sepertinya mulai berdampak pada penjualan yang positif. Terbaru, Chery bahkan menyalip BYD sepanjang September 2025.



Dalam data terbaru wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil per September 2025 naik 0,5 persen dari bulan sebelumnya dari 61.777 unit menjadi 62.071 unit.

Khusus Chery, pabrikan yang bermarkas di Wuhu itu mendistribusikan 2.105 unit pada bulan lalu. Di sisi lain, penjualan BYD turun 57,5 persen atau sekitar 1.474 unit dibandingkan Agustus. 

BYD pada September mendistribusikan 1.088 unit secara wholesales. Praktis posisinya disalip Chery dan sepanjang September 2025 bukan lagi rajanya EV di Tanah Air.

Penjualan Chery pada September 2025 memang mengalami tren peningkatan pada September 2025 dibandingkan Juli (1.539 unit) dan Agustus (1.179 unit).

Model terlaris Chery justru bukan datang dari mobil listrik. Melainkan teknologi hybrid yang dipasang pada mobil termurah Chery saat ini.

"Kita dominasi untuk model itu masih didominasi sama varian sih di Tiggo Cross. Karena Tiggo Cross didominasi juga sama Tiggo Cross CSH," ujar Head of Brand & Marketing Chery Sales Indonesia, Rifkie Setiawan di Bandung.

"Kalau dari overall Chery, Tiggo Cross udah 50 persen. Memang saat ini kita lagi fokus untuk mendorong CSH. Tiggo Cross, CSH-nya yang paling banyak. 80 persen," tambah Rifkie.

Sejauh ini line up mobil Chery yang ditawarkan di Indonesia kebanyakan memang jenis SUV, dari Tiggo Series, Omoda Series, termasuk mobil listrik J6.



Chery akan memperbesar target tahun depan di Indonesia. Termasuk salah satunya menambah portofolio produk.

"Kita dibandingkan tahun lalu kita masih growth ya, kalau di tahun lalu kita sudah jualan di 1.800, tahun ini kita udah 2.000-an per bulan. Dan ini akan terus kita tingkatkan sampai memang target kita itu di 3.000-an untuk tahun depan," pungkas Rifkie.