Automotive

BYD Baru Main Hybrid di RI, Takut EV Kalah Saing?

Brian Priambudi
    BYD Baru Main Hybrid di RI, Takut EV Kalah Saing?

Uzone.id - Baru-baru ini BYD mengenalkan teknologi baru di Indonesia yaitu plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Sebenarnya teknologi ini sudah lama ada di Indonesia, hanya saja BYD baru terjun di segmen tersebut.

Di BYD, teknologi PHEV ini dinamakan sebagai DM (Dual Mode). Pabrikan China tersebut sudah memiliki teknologi DM selama 5 generasi hingga akhirnya masuk Indonesia.

Meski demikian, BYD terbilang cukup ketinggalan soal PHEV dibandingkan pabrikan China lainnya. Sebut saja di Chery Group sudah terdapat beberapa produk, bahkan Wuling sudah memiliki Darion dan Eksion.

Kira-kira apa alasannya BYD baru menjejali pasar Indonesia dengan teknologi PHEV saat ini?



Luther T Panjaitan selaku Head of PR & Government BYD Indonesia mengatakan peluncuran M6 DM baru dilakukan saat ini merupakan bagian dari strategi komunikasi.

Menurutnya, pasar Indonesia perlu dikenalkan dengan teknologi canggih terlebih dahulu di sisi elektrifikasi.

"Seiring berjalannya waktu kita juga mendapatkan input dan insight, bagaimana rural area, area out of city, itu sebenarnya punya anxiety. Walaupun ada desire untuk segera transisi ke EV. Namun ada anxiety di sisi hal-hal yang belum dijawab dengan kendaraan-kendaraan EV," ujar Luther di Jakarta, Senin (18/5).





Luther mengatakan, momentum pengenalan BYD M6 DM sudah tepat karena melihat dinamika ekonomi saat ini di mana harga BBM sedang melambung tinggi. Kondisi ini menurutnya memaksa konsumen untuk mencari kendaraan-kendaraan yang lebih efisien.

"Situasi dinamika ekonomi sekarang khususnya kenaikan harga BBM itu memaksa orang untuk mencari kendaraan-kendaraan yang lebih efisien. Kami melihat ini waktu yang tepat dan sesuai untuk segera kita bawa DM ini, untuk menjawab semua kondisi dan situasi tersebut," jelas Luther.

Dirinya percaya masyarakat, terutama yang berada di daerah menunggu hadirnya teknologi PHEV pada mobil BYD.

Bahkan Luther mengatakan kalau hadirnya PHEV adalah sebagai pelengkap elektrifikasi, dimana konsumen yang ingin beralih ke energi lebih bersih namun belum siap dengan mobil listrik, bisa menggunakan hybrid.



"Saya percaya beberapa masyarakat khususnya daerah juga memang menunggu. Kita bilang itu complementary solution, jadi memberikan solusi yang mengkomplitkan kebutuhan atas kendaraan hijau. Karena mereka masih belum mau langsung transisi ke EV dan PHEV dalam hal ini DM di BYD adalah jawabannya," pungkas Luther.

Sebelumnya diberitakan BYD M6 DM diperkenalkan di Indonesia, namun mobil ini belum diluncurkan secara resmi karena spesifikasi dan harga yang ditetapkan masih menjadi rahasia.

Namun beberapa kemampuan dari teknologi BYD M6 DM sudah dibeberkan oleh pihak pabrikan, mulai dari kemampuan efisiensi bahan bakarnya yang diklaim bisa mencapai 65 km/liter hingga jarak tempuhnya bisa 1.800 kilometer dalam sekali pengisian baterai dan bensin penuh.

Bagi yang penasaran, BYD M6 DM sudah bisa dijajal oleh konsumen di jaringan dealer resmi mereka di seluruh Indonesia.