Butuh 17 Tahun Bagi McLaren untuk Menjuarai Formula 1
Uzone.id - Dominasi Redbull Racing akhirnya berakhir, ketika McLaren menegaskan diri sebagai juara dunia musim 2025 ini, dengan pembalap Lando Noris yang mengalahkan poin Max Verstappen.
Penantian panjang McLaren akhirnya berakhir di F1 Abu Dhabi. Setelah melewati hampir dua dekade tanpa gelar, tim legendaris asal Inggris itu kembali mencicipi manisnya kejayaan usai Lando Norris memastikan diri sebagai Juara Dunia Formula 1 2025.
Gelar ini terasa sangat istimewa, bukan hanya bagi sang pembalap, tetapi juga bagi McLaren yang sudah menunggu sejak 2008. Sekadar informasi, McLaren terakhir kali juara bersama Lewis Hamilton.
Tim legendaris asal Inggris itu akhirnya kembali merasakan manisnya gelar juara dunia pembalap setelah penantian panjang selama 17 tahun.
Dengan kemenangan ini, Norris menambah daftar kemenangan pembalap Inggris sebanyak 21 gelar sepanjang sejarah F1.
Gelar juara dunia Norris sendiri dipastikan bukan melalui podium tertinggi pada balapan penutup musim. Dirinya kalah dari Max Verstappen dan Oscar Piastri di F1 Abu Dhabi 2025.
Meski hanya finis di P3, namun hasil itu sudah cukup bagi Norris untuk menyegel gelar dengan selisih dua poin dari Verstappen.
“Sudah lama saya tidak menangis. Saya pikir saya tidak akan menangis, tapi ternyata saya menangis,” kata Lando Norris seperti dikutip website resmi Formula 1.
Norris juga mengakui betapa ketatnya persaingan yang diberikan Verstappen dan Piastri sepanjang musim. Ia bahkan menyebut dirinya kini memahami betul apa yang selama ini dirasakan Verstappen ketika berada dalam perburuan gelar.
Di balik gelar yang diraihnya, balapan Abu Dhabi sendiri tidak berjalan mudah. Ia disalip Piastri pada Lap 1 dan harus berjuang menyalip beberapa pembalap, termasuk Yuki Tsunoda. Pada dua atau tiga lap terakhir, barulah ia bisa menurunkan ritme.
Ketegangan sempat muncul ketika ia berada dalam investigasi terkait manuver terhadap Tsunoda, namun pengawas balapan memutuskan tidak ada tindakan lanjutan. Norris pun terbebas dari hukuman.
“Bagi saya, rasanya saya bisa membawa sesuatu kembali untuk mereka (McLaren), ini adalah gelar juara pembalap pertama mereka setelah bertahun-tahun. Saya sangat bangga pada diri sendiri karenanya,” tutup dia.