Bocoran Harga iQOO 15 di Indonesia, Naik Jadi Rp12 Juta?
Uzone.id - iQOO 15 akan melenggang resmi pada 2 Desember besok di Indonesia. Debutnya sekaligus jadi smartphone pertama bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dijual resmi di Indonesia.
Jelang peluncurannya, muncul bocoran harga iQOO 15 yang sepertinya naik dari sebelumnya. Berdasarkan postingan akun Raihan Han di Facebook, iQOO 15 akan hadir dalam tiga varian, yakni 12/256 GB, 16/512 GB, dan versi tertinggi 16 GB/1 TB.
Katanya, ponsel ini sudah dipamerkan di toko-toko resmi Vivo. Pengunjung pun sudah bisa melakukan pre-order secara offline, langsung di toko.
Di Indonesia, iQOO 15 versi terendah dengan RAM 12 GB dan ruang penyimpanan 256 GB, dibanderol dengan harga Rp11.999.000. Varian ini hanya tersedia secara online saja. Sementara model 16/512 GB dijual Rp13.999.000 dan varian 16 GB/1 TB, iQOO merilisnya dengan harga Rp15.999.000.
Harga iQOO 15 naik Rp2 juta dibanding iQOO 13. Info saja, saat itu iQOO 13 model 12/256 GB dijual Rp9.999.000, dan memang hanya tersedia secara online saja. Sedangkan iQOO 15 tipe 16/512 GB dibanderol Rp11.999.000. Adapun tipe 1 TB, ini jadi kali pertama iQOO menjualnya di pasar dalam negeri.
Harga naik bukan cuma iQOO, tapi Poco
Sebenarnya, bukan cuma iQOO 15 saja yang harganya naik, tapi juga ponsel pesaingnya, Poco F8 Ultra. Ya, saat debut globalnya di Sanur, Denpasar, Bali, harga Poco F8 Ultra ternyata lebih mahal USD100 dibanding Poco F7 Ultra.
Poco F8 Ultra sendiri dibanderol dengan harga USD729 atau setara Rp12,1 jutaan untuk model 12/256 GB dan USD799 atau sekitar Rp13,3 jutaan untuk versi 16/512 GB.
Angus Ng, Ex Head of Product Marketing Poco Global beralasan, kenaikan harga ini melainkan perubahan strategi positioning. Poco ingin masuk jajaran tercepat yang bisa mengadopsi Snapdragon 8 Elite Gen 5, tak seperti Poco F7 Ultra yang menjadi salah satu yang paling terakhir.
Ia mengakui, menjadi ‘kloter pertama’ yang mengadopsi teknologi Snapdragon 8 Elite Gen 5 berdampak pada biaya produksi yang lebih tinggi.
Namun, Angus melanjutkan, kenaikan harga tersebut juga dikompensasi dengan upgrade besar-besaran di sektor lain, mulai dari baterai, RAM, speaker dengan Bose, hingga sektor kamera yang membawa banyak hal baru.
"Sekarang kami ingin membalikkan keadaan, mencoba sesuatu yang baru dan menjadi salah satu smartphone pertama yang menggunakan chipset terbaru," jelas Angus saat itu.