BMW Santai Hadapi Gempuran Mobil Premium China, Beda Level?
Uzone.id - Pemain mobil premium di Indonesia semakin banyak, bukan hanya dari Eropa dan Jepang, tapi juga dibanjiri oleh merek China. Kira-kira apa tanggapan pemain lama seperti BMW dari Jerman ya?
President Director BMW Group Indonesia, Peter 'Sunny' Medalla, enggak memungkiri kalau persaingan di segmen mobil premium ini makin ketat karena banyak pilihan baru.
Apalagi, merek-merek dari China datang bukan dengan tawaran premium dan segudang fitur canggih, tetapi juga harga yang cukup menggiurkan.
"Saya pikir segmen kompetitif di lingkungan kompetitif telah berubah sepenuhnya dalam dua tahun terakhir dengan banyaknya perusahaan China terutama jika ada lebih dari 20 (merek China) yang datang ke Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Sunny ini saat ngobrol bareng wartawan di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (17/4).
Sunny menambahkan bahwa hadirnya merek-merek baru ini mengubah perilaku konsumen. Dulu, pelanggan atau calon pelanggan mereka enggak punya opsi lain, tapi sekarang banyak konsumen mobil berpikir untuk mencoba mobil mewah dari China.
Menariknya, Sunny melihat dampak gempuran merek China ini justru lebih terasa pada kompetitor dari Jepang dan Korea Selatan.
"Dan lebih banyak perusahaan Jepang atau Korea yang terpengaruh (dengan itu) daripada kita (BMW)," sebut Sunny.
Bahkan Sunny berani mempertanyakan soal harga yang memang berpengaruh terhadap preferensi konsumen, namun dirinya mempertanyakan bisa bertahan berapa lama strategi harga murah tersebut?
"Karena soal harga, itu pasti langsung ada pengaruhnya. Jadi memang akan ada pergeseran jika ada brand baru Tapi pertanyaannya? Berapa lama ini akan berlangsung?," tanyanya.
Level BMW Lebih Tinggi?
Meski banyak pendatang, Sunny mengaku BMW tidak gentar. Dirinya pun menjelaskan kenapa BMW itu ada di level yang berbeda dibandingkan brand-brand premium baru dari China.
Menurutnya, perbedaan paling dasar dari merek mobil mewah China dan BMW terdapat pada filosofi dan nilai sejarah yang panjang.
"Banyak orang bertanya apa yang membuat BMW berbeda dari merek lain? Ini semua tentang legasi, sejarah, dan kisah di balik BMW. Kami telah ada di sini lebih dari 50 tahun dan 25 tahun dengan anak perusahaan kami. Jadi kami berkomitmen berada di sini hari ini dan mungkin 50 tahun ke depan," tegasnya.
Komitmen jangka panjang ini didukung oleh fakta bahwa BMW adalah merek premium yang paling sehat secara finansial di tahun lalu.
Kondisi keuangan yang kuat ini pula yang bikin merek yang bermarkas di Munich, Jerman, ini pede banget dan rutin ngeluarin produk-produk terbaru yang memang disukai pasar.
"Terus apa lagi yang membuat BMW beda? BMW berkomitmen dengan janji driving pleasure (kenikmatan berkendara). Jadi, ketika Anda berada di kursi pengemudi atau kursi penumpang, Anda akan merasakan perbedaannya," kata Sunny.
Sunny juga mengatakan, yang tidak kalah penting adalah pelayanan. BMW menurutnya selalu fokus penuh pada layanan dan pengalaman premium yang bisa dirasakan konsumen mulai dari momen pembelian sampai menjual kembali mobil mereka.
"Selanjutnya adalah servis dan pengalaman premium yang kami berikan kepada konsumen, dari ketika membeli hingga ketika menjual BMW. Itu adalah komitmen yang terus kita fokuskan. Servis premium datang dengan produk premium yang kita jual," tutup Sunny.