Startup

Biaya Shopee-Tokped Naik: Seller Pamit hingga Bikin Situs Sendiri

Vina Insyani
 Biaya Shopee-Tokped Naik: Seller Pamit hingga Bikin Situs Sendiri

Uzone.id — Per awal Mei 2026, Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop kompak ‘menyesuaikan’ biaya layanan mereka. Hal ini pun menimbulkan keriuhan di kalangan seller sampai-sampai membuat gerakan ‘Tinggalkan E-commerce’.

Gerakan ini terlihat di media sosial seperti Threads, dimana seller-seller memilih untuk pamit dari platform e-commerce seperti TikTok Shop, Tokopedia dan juga Shopee karena biaya layanan yang dianggap semakin tinggi.

“Hari ini bermunculan gerakan tinggalkan Shopee dan Tokopedia/TikTok Shop,” tulis salah satu pengguna di Threads dengan ratusan komentar, dikutip Senin, (04/05).




Di X, beberapa seller menyampaikan keputusan mereka untuk menonaktifkan toko mereka di e-commerce seperti Shopee.







Tak hanya itu, beberapa brand kosmetik lokal seperti True to Skin menjadi salah satu merek besar yang memutuskan untuk undur diri dari e-commerce. True to Skin juga akan mulai menggunakan situs sendiri untuk pembeli mereka.

“Belakangan ini, kami juga mendapat kabar kalau T*kT*k akan menaikkan fees lagi–dan kali ini cukup signifikan dan sangat memberatkan seller, terutama di biaya layanan dan logistik,” kata pihak True to Skin.

Tak hanya True to Skin, merek kosmetik lokal lainnya Raecca juga memutuskan untuk membuat situs sendiri agar memudahkan pengguna dan memberikan keuntungan lebih bagi para seller.




“Mulai hari ini, kamu bisa belanja dengan tenang, dan dapetin best deals di Official Website Raecca! More deals, free ongkir, dan masih banyak yang bisa kamu dapatkan dengan berbelanja di website Raecca,” kata pihak perusahaan.

Kenaikan biaya layanan Shopee, Tokopedia dan TikTok Shop

Kenaikan biaya di masing-masing platform ini akan dibebankan ke pedagang yang ada di platform mereka dengan tujuan masing-masing. 

Shopee misalnya, platform ini akan menerapkan kebijakan baru pada seller yang mengikuti program Gratis Ongkir Ekstra mulai 2 Mei 2026 nanti. Akan tetapi, perlu diketahui kembali kalau program gratis ongkir XTRA sendiri adalah program opsional untuk memberikan kesempatan penjual menawarkan promosi bebas ongkir ke pembeli.

“Mulai 2 Mei 2026, Shopee akan menyesuaikan biaya layanan gratis ongkir XTRA untuk produk ukuran biasa dan ukuran khusus,” kata Shopee dalam situs resminya.




Penjual yang memenuhi kriteria bisa mengajukan pendaftaran program gratis ongkir ini. Kenaikan biaya layanan program gratis ongkir XTRA sendiri bervariasi tergantung kategori barang.

Misalnya, untuk fashion dan kategori logam mulia atau perhiasan berharga, biaya layanan naik dari 1,5 persen menjadi 2 persen dengan maksimal Rp 40 ribu per produk ukuran biasa.

Kemudian untuk ukuran khusus naik menjadi 3,5 persen dengan maksimal Rp 60 ribu per produk ukuran khusus.

Untuk kategori tambahan di fashion, naik dari 5,5 persen menjadi 7,5 persen per produk ukuran biasa dan 9 persen per produk ukuran khusus. Rincian besaran biaya per kategori produk dapat dilihat di laman resmi Shopee.

Namun, sejalan kebijakan barunya, Shopee juga menghadirkan benefit baru, diantaranya:

  1. Pada Program Sukses UMKM BARU penjual mendapatkan keuntungan bebas biaya layanan dari sebelumnya 500 pesanan menjadi 1000 pesanan pertama / 12 bulan.
  2. Ongkos kirim lebih rendah sampai dengan 80% untuk produk ukuran khusus
  3. Promosi biaya layanan gratis ongkir xtra untuk pengguna iklan.

Sementara untuk Tokopedia dan TikTok Shop, kenaikan biaya diterapkan pada layanan logistik mereka.

“Mulai 1 Mei 2026 pukul 10.00, biaya layanan logistik akan dikenakan ke semua pesanan baru,” kata Tokopedia dalam situsnya.

Biaya ini akan dikenakan ke penjual di platform oleh penyedia logistik yang berkaitan dengan proses pesanan, koordinasi dan juga pengiriman. Untuk besarannya, biaya akan dihitung berdasarkan persentase dari ongkos kirim yang dibayar pembeli di setiap pesanan.

Pemungutan akan bervariasi berdasarkan pengiriman, tujuan dan berat paket yang dikirim. Biaya tambahan ini juga hanya akan dibebankan ke penjual dan tidak akan dirasakan oleh pembeli.

“Biaya ini ditanggung di sisi penjual dan tidak akan ditampilkan kepada pembeli saat checkout,” tambahnya.

Biaya logistik akan diterapkan ke seller dengan kisaran kurang dari Rp5.055 per pesanan di TikTok Shop dan Rp10.110 per pesanan sebelum pajak di Tokopedia.