Digilife

Biar Tak Jadi Korban Phishing, Lakukan 3 Langkah Ini!

Muhammad Faisal Hadi Putra
Biar Tak Jadi Korban Phishing, Lakukan 3 Langkah Ini!

Uzone.id - Mengingat ancaman siber dan penipuan digital di Indonesia terus meningkat, Indodax memperkuat edukasi keamanan digital melalui kampanye anti-phishing.  

Kampanye ini dilakukan untuk mengajak masyarakat lebih waspada saat mengakses layanan digital, terutama ketika menemukan tautan, nomor layanan pelanggan, atau situs yang mengatasnamakan perusahaan tertentu di internet.

Disampaikan CEO Indodax, William Sutanto, pola kejahatan siber saat ini mulai bergeser. Pelaku tidak lagi selalu berusaha membobol sistem teknologi yang rumit, melainkan memanfaatkan kelengahan pengguna untuk mendapatkan akses ke akun dan data pribadi melalui modus social engineering.

“Saat ini pelaku kejahatan tidak selalu berusaha membobol sistem yang kompleks. Mereka justru mencari cara yang lebih mudah, yaitu memanipulasi pengguna agar secara sukarela memberikan akses akun, kode OTP, atau informasi pribadi melalui tautan maupun nomor palsu,” kata William dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6).

Berdasarkan data Tiger Research, modus social engineering yang digunakan mulai dari phishing, layanan pelanggan palsu, situs tiruan, nomor telepon palsu, hingga tautan berbahaya yang dibuat menyerupai kanal resmi. 


Modus ini pun menjadi penyebab 74,7 persen total kerugian akibat kejahatan siber, khususnya di industri Web3 pada kuartal pertama 2026. Angka ini naik dari 64,3 persen pada 2025. 

Di Indonesia, ancaman siber juga meningkat. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat sekitar 5,5 miliar serangan siber terjadi sepanjang 2025, naik tujuh kali lipat dibandingkan rata-rata tahunan periode 2020 sampai 2024.


Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat total kerugian akibat penipuan transaksi keuangan mencapai Rp9,1 triliun sejak 2024 hingga Januari 2026.

Menurut William, salah satu modus yang kini banyak ditemukan adalah penyalahgunaan mesin pencari. Pelaku menampilkan nomor layanan pelanggan palsu, situs tiruan, atau tautan berbahaya yang dibuat mirip dengan kanal resmi perusahaan.

“Banyak korban merasa aman karena menemukan informasi tersebut melalui mesin pencari. Padahal posisi teratas di hasil pencarian tidak selalu menjamin keaslian suatu informasi,” jelasnya. 

“Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya mencari, tetapi juga memverifikasi. Pastikan selalu mengakses website resmi dan menggunakan kanal komunikasi resmi yang telah disediakan,” lanjut William.

Tiga langkah mengurangi risiko menjadi korban phishing

Indodax mengimbau masyarakat menerapkan tiga langkah sederhana untuk mengurangi risiko menjadi korban phishing

Pertama, selalu periksa alamat domain situs yang dikunjungi dan pastikan berasal dari kanal resmi. Kedua, jangan langsung percaya pada nomor telepon atau tautan yang muncul di hasil pencarian tanpa verifikasi.

Dan ketiga, gunakan kanal bantuan resmi di aplikasi atau situs resmi ketika membutuhkan informasi terkait akun.

Terkait Indodax sendiri, mereka menyediakan layanan bantuan resmi melalui email, call center, hingga media sosial, serta Live Chat Help Center di website resmi bila masyarakat menemukan indikasi penipuan digital yang mengatasnamakan Indodax.