Belajar dari Insiden Pria Tabrakan Diri ke Mobil: Pentingnya Dashcam!
Uzone.id - Viral seorang pria tiba-tiba menabrakan diri ke sebuah mobil. Modusnya untuk melakukan pemerasan terhadap pengendara. Apa yang bisa kita pelajari dari kejadian tersebut?
Insiden yang terjadi di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, beredar di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, pengendara mobil sedang melakukan perjalanan dan sempat melintas di dekat flyover Tanah Abang.
Saat kendaraan mendekati flyover tersebut, tampak seorang pria berkaus merah dan bercelana pendek berlari dari arah berlawanan. Pria itu berlari dari sisi kiri jalan dan mendekati kendaraan yang sedang melaju pelan.
Sebelum menabrakkan diri ke mobil, pria tersebut sempat terlihat mendekati seorang pengendara sepeda motor. Namun, pengendara motor tersebut langsung menghindar.
Setelah itu, pria tersebut menabrakkan tubuhnya ke bagian depan mobil. Usai insiden itu, pria tersebut terjatuh dan tergeletak di jalan.
Pengendara mobil tampak panik dan memundurkan kendaraan. Seorang pengemudi ojek online yang berada di lokasi kemudian memberi isyarat kepada pengendara mobil agar tetap melanjutkan perjalanan.
Pengendara mobil akhirnya meneruskan laju kendaraannya melewati flyover. Video tersebut menuai ratusan komentar warganet.
Banyak yang menduga pria berkaus merah itu melakukan aksi modus pura-pura tertabrak dengan tujuan tertentu.
Di sisi lain, sejumlah warganet memuji tindakan cepat pengemudi ojek online yang dinilai membantu pengendara mobil agar tidak terjebak dalam potensi pemerasan.
Pentingnya dashcam di mobil
Dalam kondisi tersebut, sebaiknya pengemudi tidak panik dan langsung bereaksi dengan keluar dari mobil. Selain itu yang tak kalah penting, sediakan dashcam di mobil kalian sebagai alat bukti.
Fungsi utama dashcam adalah untuk merekam perjalanan secara kontinu sebagai bukti visual jika terjadi insiden seperti kecelakaan, pelanggaran lalu lintas, atau tindakan vandalisme.
Selain itu, dashcam dapat membantu mengklaim asuransi, memantau perilaku pengemudi (termasuk saat mobil dipinjam), mendokumentasikan momen tak terduga di jalan, dan melindungi dari modus penipuan dengan memalsukan kecelakaan.
Dashcam juga dapat melindungi Anda dari modus kejahatan seperti berpura-pura ditabrak untuk memeras pengemudi, dengan menyediakan bukti video yang jelas mengenai kejadian sebenarnya.
Untuk memilih dashcam, perhatikan kualitas video (minimal Full HD), sudut pandang kamera (140-170 derajat), fitur tambahan seperti mode malam dan mode parkir, serta kapasitas memori yang memadai (minimal 64 GB). Pilih juga fitur pendukung seperti sensor G-Shock dan perekaman audio sesuai kebutuhan.
Cara memilih dashcam:
- Kualitas Video: Pilih resolusi minimal Full HD 1080p agar rekaman jernih dan detail seperti plat nomor bisa terlihat jelas.
- Sudut Pandang Lensa: Cari yang memiliki sudut pandang lebar (sekitar 140-170 derajat) untuk mencakup area lebih luas, termasuk sisi jalan.
- Mode Malam (Night Vision): Pastikan ada fitur ini agar rekaman tetap jelas di kondisi minim cahaya, sangat penting untuk berkendara di malam hari.
- Fitur Mode Parkir: Fitur ini akan merekam secara otomatis jika ada benturan saat mobil terparkir, memastikan keamanan kendaraan Anda bahkan saat tidak ada pengemudi.
- Sensor G-Shock/G-Force: Sensor ini secara otomatis mengunci file rekaman saat terjadi benturan, sehingga tidak akan terhapus oleh rekaman berulang.
- Perekaman Audio: Periksa apakah dashcam dapat merekam suara jika ini penting bagi Anda.