Begini Cara Green SM Rekrut Sopir Taksi, Safety Drivingnya Gimana?
Uzone.id - Green SM taksi asal Vietnam, memang dikenal sering mengalami kecelakaan dalam beberapa bulan terakhir. Cara perekrutan sopir taksi ini pun dipertanyakan banyak pihak.
Uzone.id menelusuri salah satu pool taksi Green SM di wilayah Jakarta. Beberapa sopir taksi dari merek tersebut pun buka suara soal bagaimana cara perusahaan tersebut merekrut pengemudi taksi.
Leo mengaku Green SM memang terus mengubah pola perekrutan sopir agar menjadi lebih baik lagi. Perekrutan juga dilakukan dalam beberapa tahap yang tidak mudah.
"Tata cara masuk, tata cara training, dan lain sebagainya, secara prosedural tetap dijalankan dan dari yang waktu saya masuk dulu sama yang sekarang selalu ada yang berubah untuk perbaikan," ujar Leo kepada Uzone.id, Rabu (29/4).
Leo juga mengakui kalau perekrutan turut mengenalkan mengenai mobil listrik yang digunakan oleh Green SM. Mengingat teknik berkendara mobil listrik dan mobil konvensional cukup berebda.
"Jadi bukan sekedar test drive ya, tapi pengenalan mobil listrik ini. Ini cara ngidupinnya, seinnya kebalik dari biasanya, sein sama wiper, segala macemnya di kasih tahu, baru ada test drivenya," jelasnya.
"Di sekitaran pool doang di dalam, untuk maju mundur, untuk parkir, dicoba. Jadi bisa kelihatan lah kalau dia bisa bawa mobil atau enggak, walaupun baru megang mobil listrik," lanjutnya.
Selanjutnya tutur Leo, terdapat training pengenalan aplikasi hingga attitude dalam berkendara. Secara total menurut Leo, terdapat tiga sampai empat tahap untuk dapat bergabung sebagai mitra pengemudi Green SM.
Leo juga mengatakan, pihak perusahaan sampai melakukan tes urin kepada mitra pengemudi jika terjadi insiden kecelakaan.
"Setelah selang tiga bulan, dulu kan banyak kecelakaan, masuk itu ada tambahan tes urin. Saya yang sudah masuk lebih dahulu, ditambahkan tes urin juga. Gitu," tegasnya.
Ternyata tes urin bukan hanya diperuntukkan untuk pembuktian bebas dari pengaruh alkohol atau obat terlarang, melainkan juga memonitor apakah pengemudi bekerja lebih dari 8 jam.
Jika mendengar pengakuan pengemudi, sepertinya menjadi mitra Green SM bukanlah hal yang bisa dilakukan dengan mudah.
Meski demikian, perihal safety driving sepertinya belum menjadi perhatian dari pihak perusahaan penyedia armada taksi untuk memperbaiki kinerja pengemudinya.
Diberitakan sebelumnya, terjadi kendala pada taksi listrik Green SM saat melintasi perlintasan kereta api di Bekasi Timur.
Kendala tersebut membuat mobil listrik VinFast yang digunakan sebagai armada Green SM mengalami mogok hingga tertemper oleh KRL.
Insiden tersebut membuat KRL dari arah lain harus menunggu dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Dalam kurun waktu yang singkat, Kereta Api Argo Bromo Anggrek justru melaju dalam kecepatan tinggi hingga menabrak KRL yang sedang menunggu di Stasiun Bekasi Timur.
Akibat insiden ini, berdasarkan data terbaru yang beredar, menunjukkan korban meninggal dunia mencapai 15 orang.
Sementara itu masih terdapat puluhan korban lain yang mengalami luka-luka. Korban yang meninggal dunia dilaporkan berjenis kelamin perempuan karena berada di gerbong paling belakang.
Saat ini baik dari Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, hingga Komite Nasional Keselamatan Transportasi sedang melakukan investigasi atas insiden kecelakaan tersebut.
Bahkan Kementerian Perhubungan sudah melakukan investigasi sampai ke pool taksi Green SM dengan beberapa catatan untuk diperbaiki.