Gadget

Bedah Spek Apple M5 Pro & M5 Max, Otak Gahar MacBook Pro Terbaru

Muhammad Faisal Hadi Putra
Bedah Spek Apple M5 Pro & M5 Max, Otak Gahar MacBook Pro Terbaru

Uzone.id - Semalam (3/3), Apple meluncurkan duo MacBook Pro terbaru mereka yang ditenagai chip terbaru nan gahar, Apple M5 Pro dan M5 Max. Kedua chip ini bukan saja kencang, tapi dirancang khusus agar maksimal dalam urusan pemrosesan AI secara on-device

Disampaikan Johny Srouji, Senior VP Hardware Technologies Apple, kedua prosesor dibangun menggunakan arsitektur Fusion yang baru, mengintegrasikan core CPU paling cepat, GPU generasi terbaru dengan Neural Accelerator, Neural Engine yang lebih cepat, serta unified memory besar dengan bandwidth yang tinggi. 

“M5 Pro dan M5 Max merupakan lompatan monumental bagi Apple Silicon, memanfaatkan Arsitektur Fusion baru kami untuk meningkatkan kemampuan Apple Silicon sambil mempertahankan prinsip-prinsip intinya yaitu kinerja, efisiensi daya, dan arsitektur memori terpadu,” jelas Srouji, dalam keterangan pers resmi. 




Ia menambahkan, kombinasi hardware tersebut menghasilkan kinerja, efisiensi, dan kemampuan AI yang mumpuni untuk MacBook Pro generasi terbaru.

Kalau dibedah lebih dalam, arsitektur Fusion rancangan Apple sebenarnya menggabungkan dua cetakan (die) berfabrikasi 3nm ke dalam satu system on chip (SoC). Di dalamnya, Apple membenamkan CPU, GPU, Media Engine, pengontrol unified memory, Neural Engine, dan pengontrol Thunderbolt 5. 

Baik Apple M5 Pro maupun M5 Max, sama-sama mengusung CPU 18-core yang terdiri dari 6 super-core yang diklaim paling kencang di dunia saat ini dan 12 performance-core yang dirancang hemat daya namun tetap mumpuni untuk menjalankan tugas multi-thread

Klaim Apple, kinerja CPU ini melonjak hingga 30 persen saat menjalankan beban kerja kelas profesional—Apple menyebutnya sesuai dengan tolak ukur standar industri tertentu, atau 2,5 kali lebih ngebut kalau dibandingkan dengan generasi M1 Pro dan M1 Max. 

Lalu, apa bedanya M5 Pro dan M5 Max?


Apple merancang M5 Pro untuk pengguna dengan beban kerja berat namun terukur, seperti data modeler, sound designer tahap pascaproduksi, hingga mahasiswa jurusan sains, teknologi, teknik, dan matematika. 

Apple M5 Pro memadukan CPU 18-core dengan GPU hingga 20-core. Menariknya, setiap core GPU kini dipersenjatai Neural Accelerator.

Dukungan unified memory-nya juga hingga 64 GB dengan bandwidth mencapai 307 GB/s. Efeknya, performa puncak komputasi GPU untuk pengolahan AI meningkat lebih dari 4 kali lipat dari M4 Pro. Kemampuan grafisnya pun naik 20 persen, dan khusus untuk pemrosesan aplikasi berbasis ray-tracing, kinerjanya 35 persen lebih mulus.




Sementara untuk M5 Max, Apple menyiapkannya bagi profesional kelas berat, seperti animator 3D, pengembang aplikasi, maupun peneliti AI yang butuh tenaga komputasi mentah.

Chip ini mengombinasikan CPU 18-core dengan GPU sampai 40-core. Kapasitas unified memmory-nya tembus 128 GB dengan bandwidth hingga 614 GB/s. 

Kapasitas sebesar ini bikin pengguna merasakan experience yang lebih mulus saat mengolah adegan 3D rumit, membedah kumpulan big data, atau membuat token Large Language Models (LLM). 


Sama seperti M5 Pro, kinerja grafis M5 Max naik 20 persen dari M4 Max, dengan performa ray-tracing 30 persen lebih ngebut.

Teknologi lain dari M5 Pro dan M5 Max


Di luar core CPU dan GPU yang lebih gesit, Apple juga menjejalkan sederet teknologi canggih untuk M5 Pro dan M5 Max. Sebut saja Neural Engine 16-core yang koneksi bandwidth-nya lebih besar untuk mempercepat fitur AI lokal dan Apple Intelligence. 



Kemudian ada Media Engine terbaru yang sudah mendukung akselerasi hardware untuk H.264, HEVC, decode AV1, serta encode dan decode mesin ProRes.

Dari segi keamanan, Apple memperkenalkan Memory Integrity Enforcement. Ini adalah fitur perlindungan memori yang selalu aktif dan diklaim jadi yang pertama di industri. Selain itu, ada juga pengontrol bawaan khusus untuk memastikan colokan Thunderbolt 5 sanggup mentransfer data secepat kilat.

Terakhir, di balik tenaganya yang kencang, M5 Pro dan M5 Max tetap diklaim hemat daya. Hal ini sengaja dirancang agar MacBook Pro memenuhi standar efisiensi energi yang ketat, sejalan dengan ambisi ‘Apple 2030’ perusahaan untuk menekan emisi karbon dan menjadi netral karbon pada akhir dekade ini.