Digilife

Bedah Rahasia Konsisten Ngonten dari Para Kreator

Aisyah Banowati
Bedah Rahasia Konsisten Ngonten dari Para Kreator

Uzone.id – Kreator konten di balik akun YouTube @AdjieSAntosoputroTV, Adjie Santosoputro, hadir sebagai salah satu narasumber dalam acara Press Briefing “Tumbuh di Era Digital: Meningkatkan Kesejahteraan dan Ketangguhan Remaja di Indonesia” yang diselenggarakan oleh YouTube Indonesia, Kamis (21/11).

Dalam sesi "Fireside Chat: Digital Well-Being di Luar Ruang Konseling" yang dipandu oleh Dr. Ema Surya Pertiwi, Adjie membagikan tips mengenai konsistensi sebagai kreator konten.

Selama lima belas tahun, Adjie fokus memberikan wawasan seputar kesehatan mental. Saat ini, akun YouTube-nya telah mencapai 99,7 ribu subscriber dan memiliki 364 ribu pengikut di Instagram.

Prinsip pertama yang ditekankan Adjie adalah membuat konten dengan topik yang membuat kreator tertarik sehingga proses pengerjaannya menyenangkan. Ia berpendapat bahwa fokus utama harus terletak pada kepuasan dalam proses pembuatan, sedangkan likes, comments, dan views hanyalah bonus.

“Prinsip saya bikin konten yang penting saya sebagai creator-nya, itu seneng dengan konten yang saya bikin. Sehingga, likes, comments, views, dan sebagainya itu bonus,” ungkap Adjie.



Dengan menerapkan prinsip ini, kreator memahami bahwa mereka tidak dapat mengendalikan algoritma atau jumlah views yang didapat.

“Kita tidak bisa mengendalikan sepenuhnya tentang algoritma, tentang jumlah views, dan sebagainya-sebagainya itu. Tapi yang penting adalah, ya saya suka dengan konten ini,” jelas Adjie.

Tips kedua dari Adjie adalah berkolaborasi. Sebelum melakukannya, kreator perlu mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri.

Sebagai contoh, jika seorang kreator mahir dalam membawakan acara tetapi kurang memiliki kedalaman ilmu pada topik tertentu, ia dapat memanfaatkan kelebihannya untuk menjadi moderator dan mengundang pakar yang memiliki ilmu relevan untuk ikut mengisi konten tersebut.

“Sisi saintis itu mendapatkan kedalaman ilmunya tapi lemah dalam menjangkau dan engage netizen secara lebih luas. Sementara itu, dari sisi artis, seniman, musisi, atau siapa pun itu, mereka jangkauannya luas, engagement-nya juga oke banget, tapi kedalamannya kurang. Maka yang kita perlukan bukannya terus malah dua sisi ini saling berantem, tapi duduk bareng, kolaborasi,” terang Adjie.



Adjie juga mengingatkan para kreator agar tidak terlalu mengikuti kemauan netizen. Sebab, menurutnya, mustahil untuk menyenangkan semua netizen karena setiap orang memiliki keinginan yang berbeda.

Ia menceritakan pengalamannya di awal membuat konten. Di mana setelah mengikuti kemauan satu netizen, netizen lain akan meminta hal yang berbeda. Merasa serba salah, dari situlah Adjie kembali kepada prinsipnya yang pertama, yakni membuat konten yang dirinya sendiri sukai dan nikmati proses produksinya.

“Biar menarik saya mengikuti kemauan netizen. Eh, apa yang terjadi, netizen lain malah komen lagi (protes). Dan dari situ saya belajar memang nyenengin semua netizen itu nggak mungkin bisa. Saya kembali lagi ke prinsip pertama yaitu kita harus bikin konten yang kita suka aja,” jelasnya.


Tips cari ide konten yang menarik buat para kreator


Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ema Surya Pertiwi (@Emasuperr) yang merupakan dokter yang merangkap sebagai kreator konten turut memberikan tips konsisten membuat konten bagi para kreator. Menurutnya, mencari ide dari lingkungan sekitar lebih baik dibandingkan dengan meniru kreator lain.

“Kalau teman-teman semua melihat media sosial saya di berbagai platform, karena saya kebetulan di daerah pedesaan jadi gak ada ruangan podcast, gak ada gedung-gedung tinggi, gak ada mall. Akhirnya saya manfaatkan apa yang ada di sekitar,” ungkap Dr. Ema.



Dr. Ema juga mengungkapkan pentingnya menghentikan doom scrolling yang sudah ia coba lakukan dan ternyata berdampak positif. Dampak tersebut adalah, ia kini merasa tidak lagi perlu berlomba dengan kreator konten lain sehingga ia bisa lebih fokus pada diri sendiri.

“Dan saya akhirnya menghentikan yang namanya doom scrolling yang membuat saya menjadi saya tidak berlomba dengan konten kreator yang lain, tapi saya berlomba dengan diri saya yang lebih baik sebelumnya.”

Dr. Ema juga mengingatkan para kreator untuk memanfaatkan data analitik dengan rutin memeriksa dan mempelajari metrik yang ada pada setiap unggahan. Analitik video yang ada, menurut Dr. Ema, merupakan kunci rahasia kesuksesan untuk konten-konten berikutnya.

“Jadi kalau teman-teman suka melihat analitik, rajin-rajin lah melihat analitik itu. Setiap analitik video teman-teman, itu adalah rahasia kunci kesuksesan di konten-konten berikutnya. Jadi kalau ada konten-konten yang booming, viral, itu pelajari analitiknya. What's time-nya, usianya, terus average, kata kuncinya, itu semua teman-teman pelajari,” jelas Dr. Ema.

Sebagai penutup, Dr. Ema juga menegaskan bahwa tidak perlu menunggu untuk memiliki sebuah tim sebelum mulai membuat konten. Jika seorang kreator menunda hingga tim terbentuk, yang terjadi malah konten tersebut tidak akan pernah terealisasi.

“Ngurusin manusia itu susah. Tapi memang sih ada positifnya punya tim. Tapi teman-teman kalau mau mulai bikin konten sendiri dulu, itu juga ada sisi positifnya. Jadi jangan cari tim dulu, baru bikin konten. Nanti malah nggak bikin konten,” tutupnya.