Beda Samsung Galaxy S25 FE vs S24 FE: Luar Mirip, Dalam Beda Jauh
Uzone.id - Samsung Galaxy S25 FE akhirnya meluncur di Indonesia, menjadi pelengkap sekaligus diplot sebagai varian dengan harga paling murah di jajaran Galaxy S25 Series. Secara kasat mata, dibanding Samsung Galaxy S24 FE, desainnya memang tampak mirip. Lantas, apa saja perbedaan antara Samsung Galaxy S25 FE dan Galaxy S24 FE?
Walau dari luar tampak mirip, sebenarnya kalai dilihat lebih teliti lagi, Samsung Galaxy S25 FE memiliki bodi yang lebih ramping dan ringan.
Samsung Galaxy S25 FE memiliki ketebalan 7,4 mm dengan berat 190 gram, sementara Galaxy S24 FE ketebalannya 8 mm dengan berat 213 gram. Lumayan kerasa perbedaan 23 gram ini saat menggenggam kedua smartphone bersebelahan.
S25 FE juga sedikit lebih pendek dan tidak selebar pendahulunya, dengan bezel layar yang sedikit menipis (rasio layar-ke-bodi 89,2 persen vs 88 persen). Samsung juga menyebut materialnya kini menggunakan ‘Enhanced Armor Aluminum’ yang menjanjikan durabilitas lebih baik daari sebelumnya.
Sama halnya, baik Samsung Galaxy S25 FE dan Galaxy S24 FE sudah mengantongi rating IP68 tahan air dan terpaan debu.
Dari segi warna pun, Samsung Galaxy S25 FE punya opsi yang lebih catchy, yakni IcyBlue, Jetblack, Navy, dan White. Beda dengan sebelumnya yang cuma Blue, Graphite, serta Gray.
Bagaimana dapur pacunya?
Samsung Galaxy S24 FE tahun lalu menggunakan chipset Exynos 2400e, sementara S25 FE kini ditenagai oleh Exynos 2400 standar—chipset yang sama persis dengan yang digunakan pada seri flagship Galaxy S24 dan S24+.
Secara teknis, perbedaan utama dari konfigurasi 10-core mereka terletak pada clock speed inti performa tertingginya. Exynos 2400 pada S25 FE memiliki prime core Cortex-X4 yang berjalan di 3.2GHz, sementara Exynos 2400e pada S24 FE sedikit lebih rendah di 3.1GHz.
Meski arsitekturnya serupa, penggunaan clock speed puncak yang lebih tinggi ini berarti performa mentah yang lebih unggul. Menurut Samsung sendiri, Exynos 2400e memang difokuskan pada kinerja seimbang, power yang tetap oke dengan efisiensi daya lebih baik.
Tentu saja, performa ini didukung oleh One UI 8 berbasis Android 16 terbaru. Fun fact, Samsung Galaxy S25 FE jadi Galaxy S pertama yang berjalan di OS terbaru ini, S25 Ultra pun belum!
Selain chipset lebih ngebut, Samsung juga berhasil menyematkan baterai 4900 mAh yang lebih besar ke dalam bodi yang lebih ramping, meningkat dari 4700 mAh milik S24 FE.
Bukan cuma itu, kecepatan pengisian dayanya melompat jauh. S25 FE kini mendukung 45W Super Fast Charging yang diklaim bisa mengisi 65 persen dalam 30 menit. Ini jauh lebih ngebut dibanding S24 FE yang masih menggunakan daya 25W.
Kamera belakang sama, selfie naik kelas
Bicara kamera, spesifikasi kamera belakang Samsung Galaxy S25 FE masih sama dengan sebelumnya, yakni kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera telephoto 8 MP dengan OIS dan kemampuan 3x optical-zoom, serta kamera ultrawide 12 MP.
Peningkatan kualitas kemungkinan besar hanya akan datang dari pemrosesan gambar oleh chipset dan software yang lebih baru.
Namun, kabar baik datang untuk para penggemar swafoto. Kamera depan S25 FE naik kelas menggunakan sensor 12 MP f/2.2, meningkat dari 10 MP f/2.4 pada S24 FE. Hasilnya seharusnya lebih tajam dan lebih terang di kondisi minim cahaya.
Jadi, layak upgrade?
Dibanderol dengan harga mulai Rp9,9 juta, Samsung Galaxy S25 FE menawarkan performa yang lebih oke dari sebelumnya. Ponsel ini juga lebih nyaman digenggam, dengan desain yang lebih elegan dan amat terasa premiumnya.
Belum lagi baterai lebih besar dengan pengisian daya lebih ngebut—fitur yang selama ini dinantikan pengguna ‘Fan Edition’.
Jadi, buat kalian yang butuh performa kelas flagship, desain yang lebih nyaman, serta kecepatan charging yang lebih baik, upgrade dari Galaxy S24 FE maupun seri yang lebih lama, atau justru pengguna Galaxy A Series, upgrade ke Galaxy S25 FE cukup masuk akal.