Automotive

BBM Makin Mahal, Angkutan Umum Gratis Bisa Jadi Solusi

Brian Priambudi
BBM Makin Mahal, Angkutan Umum Gratis Bisa Jadi Solusi

Uzone.id - Kenaikan harga BBM yang terus terjadi belakangan ini, dinilai bisa memicu gejolak sosial yang lebih besar lagi jika tidak diimbangi dengan solusi. Pengamat mengatakan kalau solusi dari gejolak ini adalah transportasi yang terjangkau.

Djoko Setijowarno, seorang akademisi yang juga Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) berpendapat, pemerintah harusnya buru-buru memperkuat armada angkutan umum kita sebagai langkah antisipasi kenaikan harga BBM.

Bicara soal dana, Djoko mengusulkan agar pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 10 triliun. Dengan anggaran sebesar itu, bisa dipakai untuk pengadaan transportasi umum modern di 200 kota lewat skema Instruksi Presiden (Inpres) atau program subsidi bernama Buy The Service (BTS).

Meskipun nominalnya besar, Djoko berpendapat angka tersebut bukan hanya untuk menghabiskan anggaran. Justru, ini adalah bentuk pemenuhan kewajiban negara dan investasi strategis jangka panjang yang hasilnya bakal terasa banget.



“Modernisasi transportasi publik tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran, melainkan wujud pemenuhan kewajiban negara sekaligus investasi strategis jangka panjang,” ujar Djoko, dalam keterangan resmi yang diterima Uzone.id.

Pendekatan insentif ini bakal bikin masyarakat di kota-kota kecil sampai besar bisa menikmati layanan angkutan publik yang layak dan harganya terjangkau, bahkan sebelum harga BBM benar-benar naik.

Djoko merasa, solusi ini jauh lebih baik daripada subsidi buat kendaraan pribadi, misalnya motor listrik, yang dananya besar namun secara manfaatnya atau implementasinya sulit dipenuhi.

“Langkah ini merupakan fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi dan menjamin mobilitas warga yang lebih berkeadilan,” kata Djoko.





Dengan dana Rp 10 triliun, layanan transportasi umum bahkan bisa digratiskan buat pelajar, mahasiswa, dan buruh! Ini bisa jadi 'bantalan ekonomi' langsung yang membantu banget masyarakat yang kena dampak kenaikan BBM.

Djoko pun mengatakan skema seperti ini sudah terjadi di beberapa daerah Indonesia. Contohnya di Kabupaten Magelang, yang sukses mengoperasikan angkutan pedesaan gratis buat pelajar.

Modalnya, cuma pakai sebagian dana dari pajak kendaraan bermotor. Selain bantu akses pendidikan, program ini juga menjaga kelangsungan operator angkutan lokal.



Penguatan transportasi publik ini emang punya segudang manfaat. Selain jadi jaring pengaman ekonomi dan meredam potensi protes masyarakat, kebijakan ini juga bisa bikin lalu lintas lebih aman, terutama buat pelajar.

Ditambah lagi, kalau sistemnya terintegrasi dan modern, ini bisa mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah.

Intinya, menurut Djoko, anggaran Rp 10 triliun buat transportasi publik bukan cuma belanja, tapi benar-benar investasi jangka panjang.

Dengan adanya layanan mobilitas yang aman, murah, and inklusif, pemerintah enggak cuma meredam dampak kenaikan BBM, tapi juga membangun sistem transportasi yang lebih adil dan berkelanjutan untuk masa depan kita.