Bangga! Inovator Muda RI Tembus Global Ambassador Samsung
Uzone.id - Inovator muda asal Indonesia berhasil terpilih ke dalam jajaran 10 tim Global Ambassador dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2025. Mereka adalah Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil Tirtana, dan Ariq Maulana Malki Ibrahim, yang menciptakan solusi bernama Run Sight.
Prestasi ini diumumkan langsung oleh Samsung di Milan, Italia, bertepatan dengan momentum persiapan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari dari tanggal 8 hingga 10 Februari 2026 tersebut, mereka bersanding dengan inovator muda lain dari berbagai negara yang membawa solusi teknologi untuk isu sosial dan lingkungan.
Run Sight sukses menjadi salah satu solusi terbaik di kategori Sport & Tech. Run Sight sendiri merupakan solusi perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk membantu penyandang tunanetra. Teknologi ini bekerja dengan mendeteksi jalur lari serta rintangan yang ada di sekitar pengguna.
Terpilih sebagai Global Ambassador jelas membuka peluang besar bagi setiap tim yang terpilih, termasuk Run Sight. Sebab, Samsung akan memberikan dukungan pendanaan serta pendampingan intensif selama dua tahun ke depan.
Dukungan ini dapat dimanfaatkan guna mengembangkan prototipe mereka menjadi produk yang layak secara komersial. Selain itu, karena masuk ke dalam kategori Sport & Tech, tim-tim yang terpilih juga mendapat dukungan tambahan hasil kolaborasi Samsung dengan International Olympic Committee (IOC).
Won-Jin Lee, President and Head of Global Marketing Samsung Electronics, menyebut bahwa program ini adalah cara Samsung membina pemimpin masa depan yang menjunjung nilai keunggulan, rasa hormat, persahabatan, dan kreativitas.
“Kami menciptakan lingkungan yang memungkinkan generasi muda menemukan potensi terbaik mereka, mengekspresikan ide, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, dalam keterangan pers yang kami terima.
Bersaing dengan inovasi hebat lainnya
Total, ada 10 tim yang terpilih menjadi Global Ambassador di program Samsung Solve for Tomorrow 2025 yang dibagi menjadi dua fokus utama, yakni Sport & Tech dan Accessibility & Environment.
Selain Run Sight dari Indonesia, inovasi yang ditampilkan negara lain juga tak kalah hebat. Sebut saja Furen Makers ciptaan inovator dari China yang membuat kursi roda berbasis gelombang otak untuk pasien ALS, atau Liova dari Prancis yang menyulap baterai ponsel bekas menjadi power bank demi mengurangi limbah elektronik.
Ada juga Storm Shield dari Amerika Serikat (AS) berupa ikat kepala olahraga pelindung yang dirancang untuk melindungi alat bantu dengar dari paparan kelembapan, benturan, serta kerusakan akibat faktor lingkungan selama aktivitas fisik.
“Saya bergabung dengan Samsung Solve for Tomorrow untuk menjawab tantangan yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan Samsung Electronics dan IOC, saya merasa sangat terhormat dan bahagia dapat berbagi ide saya kepada dunia, bahkan di panggung Olimpiade,” ujar salah satu pengembang Storm Shield, Danielle Yang.
Berikut ini daftar 10 tim yang berhasil menjadi Global Ambassador di Samsung Solve for Tomorrow 2025:
Kategori Sport & Tech
- Australia | TeamUp – Ahan Kiani
- Indonesia | Run Sight – Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil Tirtana, Ariq Maulana Malki Ibrahim
- Turki | Poseidon – Umut Devrim Deveci & Efe Cem Öztürk
- Inggris | Curastep – Raye Woon & Sarah
- Amerika Serikat | Storm Shield – Danielle Yang, Sara Carmona, Isha Harbaugh, Koel Harbaugh, Audrey Adams, Nikki Beshkar, Emily Wang
Kategori Accessibility & Environment
- Tiongkok | Furen Makers – Chenyue Wang, Ziyang Ma, Qiuyue Wang, Hewei Wen
- Prancis | Liova – Simon Cénet & Evan Dessables
- India | Paraspeak – Pranet Khetan
- Turki | OilSorb – İrem Erden, Ece Deniz Sayar, Ela Aksoy, Meryem Melis Çınar
- Amerika Serikat | Aqua-Gel – Arya Anilkumar, Anna Huang, Aishwarya Reddy, Subiksha Srinivasan Vidya, Elaine Zuo
Selama berada di Milan, para inovator muda ini juga berkesempatan memamerkan solusi mereka di Smart City Lab dan mengikuti lokakarya inovasi bersama IOC Olympism365 Innovation Hub untuk memperdalam pemahaman mereka tentang peran teknologi dalam dunia olahraga.