Bandung Sustainability Summit 2025: Misi Perkuat Ekonomi Hijau di RI
Uzone.id — Bandung Sustainability Summit 2025 resmi digelar untuk pertama kalinya selama 6-7 November 2025, di Aula Barat Institut Teknologi Bandung. Acara yang menjadi pertemuan lintas sektor ini menjadi wadah perumusan masa depan dan lingkungan yang lebih hijau melalui kolaborasi.
Mengusung tema “Dari Kepatuhan Menuju Komitmen: Bersama Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Korporasi untuk Infrastruktur Hijau”, acara ini dibuka dengan penandatanganan MoU kerjasama antara Suvarna Sustainability dan pihak ITB lalu dilanjutkan dengan forum diskusi yang disampaikan oleh berbagai narasumber lintas sektor.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Nita Yuanita menyampaikan bahwa acara BSS 2025 ini dirancang dengan konsep pentahelix.
“Artinya, menggabungkan pendidikan publik, riset dunia, dan implementasi industri dan kombinasi dari bidangnya dalam mengumpulkan dampak yang lebih luas untuk kepentingan masyarakat,” kata Nita dalam sambutannya.
Melanjutkan dari hal tersebut, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara mengatakan bahwa Bandung Sustainability Summit ini adalah sebuah pertemuan penting dengan tujuan untuk memperkuat pertahanan infrastruktur di Indonesia, menumbuhkan ekonomi hijau dan mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan yang berpengalaman, dan berkarakter.
“Mudah-mudahan, acara ini bisa menghasilkan kolaborasi berkelanjutan yang memperkuat posisi Indonesia sebagai peran utama dalam ekonomi hijau di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.
Acara ini juga disambut dengan baik oleh pemerintah daerah Kota Bandung. Dalam sambutannya, Walikota Bandung, Muhammad Farhan mengapresiasi adanya acara ini dan berharap ini menjadi pendorong tata kelola yang transparan dan akuntabel. ESG, khususnya aspek governance, adalah pondasi agar setiap program keberlanjutan berjalan konsisten dan memberi manfaat nyata.
Acara Bandung Sustainability Summit 2025 ini hadir dengan berbagai rangkaian diskusi, dengan topik berkaitan dengan lingkungan hijau dan pembangunan berkelanjutan.
Diskusi pertama mengangkat tema ‘Mempercepat Transisi Hijau melalui Kebijakan & Kemitraan’ dengan narasumber dari pemerintah daerah, APINDO serta Bappenas.
Diskusi ini akan berlanjut ke sesi lain dengan topik Sustainability Best Practices in Indonesia and the World, Menyelaraskan Data ESG dengan Ekspektasi Investor, serta Peran Teknologi dan Inovasi dalam Mendukung Transisi Hijau.