Automotive

Bahlil Tetapkan BBM Wajib Etanol 10 Persen, Industri Sudah Siap?

Brian Priambudi
Bahlil Tetapkan BBM Wajib Etanol 10 Persen, Industri Sudah Siap?

Uzone.id - Baru-baru ini Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewajibkan BBM di Indonesia sudah mengandung etanol 10 persen alias E10. Pertanyaannya, seberapa siap menerapkan kebijakan tersebut?

Bahlil mengaku saat ini Kementerian ESDM masih sekedar menyusun peta jalan saja untuk implementasi E10.

"Kemarin kan baru ratas (rapat terbatas), setelah ratas, baru kita membuat peta jalannya. Ini peta jalnnya lagi dibuat ya," ujar Bahlil seperti dikutip dari Antara.

Peta jalan yang dimaksud Bahlil ternyata berkaca dari pengembangan BBM jenis biodiesel yang mencampurkan solar dengan minyak mentah sawit.



BBM biodiesel di Indonesia awalnya hanya memiliki 10 persen campuran minyak mentah sawit alias crude palm oil (CPO) dengan 90 persen solar.

Namun saat ini, pengembangan biodiesel sudah lebih maju hingga mencapai 40 persen alias B40, bahkan di tahun 2026 diproyeksikan untuk implementasi B50.

"Berangkat dari potret keberhasilan biodiesel, mulai sekarang untuk bensin, kami mulai mendorong untuk tahapan ke sana," sebut Bahlil.

Bahlil mengatakan implementasi E10 masih terkendala pabrik etanol, baik yang berbahan baku tebu ataupun singkong.





Menurut Bahlil, langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan industri etanol di Indonesia.

"Untuk pabrik etanol ada dua, satu singkong, satu tebu. Tebu kemungkinan besar itu di Merauke, sementara singkong lagi dipetakan," jelasnya.

Perlu diketahui, keputusan Bahlil mengenai implementasi E10 sudah disampaikan beberapa hari lalu. Menteri ESDM itu mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui mandatori campuran etanol 10 persen untuk BBM.



Alasannya, penggunaan etanol 10 persen adalah untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor BBM.

Terkait rencana mandatori kandungan etanol 10 persen dalam campuran BBM, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan siap untuk menjalankan program tersebut.

“Disampaikan Pak Menteri adalah mendorong ekosistem biofuel, kita sudah dengan B40, dan nanti dengan tahun depan, Pak Menteri sampaikan E10,” kata Simon.

Simon menyampaikan bahwa Pertamina mengambil langkah yang selaras dengan program pemerintah, utamanya untuk menjamin ketahanan energi nasional.