Automotive

Bahlil: Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Pasar Global, Siap Naik?

Brian Priambudi
Bahlil: Harga BBM Non-Subsidi Ikuti Pasar Global, Siap Naik?

Uzone.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan mengikuti pergerakan di pasar global. Artinya kalau begini bakalan naik dong?

Sebenarnya mekanisme penentuan harga bahan bakar minyak nonsubsidi sudah diatur dalam regulasi pemerintah. Ini disampaikan oleh Bahlil di Forum Bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, Senin (30/3).

Bahlil menjelaskan dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 terdapat dua formulasi harga BBM yakni untuk sektor industri dan non-industri.



"Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Satu harga BBM industri dan satu nonindustri. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar," kata Bahlil dikutip dari Antara.

Menurutnya, BBM kategori industri biasanya yang punya angka oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98 yang digunakan kelompok masyarakat mampu serta sektor usaha.

Oleh karenanya, jika jenis BBM tersebut mengalami kenaikan harga, tidak menjadi beban negara karena tidak mendapatkan subsidi.





"Bensin RON 95,98, itu kan orang-orang yang mampulah, seperti mohon maaf contoh Pak Rosan, Pak Seskab, masa pakai minyak subsidi ya kan? Dan selama mereka mau, selama ada uang untuk bayar monggo. Tugas negara hanya menyiapkan yang membayar, tidak ada tanggungan negara sama sekali," sebutnya.

Bahlil mengatakan fokus utama kebijakan energi pemerintah tetap berada perlindungan masyarakat melalui BBM subsidi.

Sementara itu, terkait keputusan harga BBM subsidi nanti ada di tangan Presiden Prabowo SUbianto dengan mempertimbangkan berbagai hal seperti kondisi sosial dan daya beli masyarakat.



"Saya katakan bahwa subsidi tunggu tanggal mainnya. Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pertamina menegaskan belum ada pengumuman resmi terkait perubahan harga BBM jenis Pertamax.

Sehingga proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar di media sosial tidak dapat dipertanggung jawabkan. Pertamina juga meminta masyarakat mencari informasi harga BBM yang valid pada situs resmi mereka.