Gadget

Bahaya Pasang Tempered Glass Lem UV, Garansi HP Bisa Hangus

Muhammad Faisal Hadi Putra
Bahaya Pasang Tempered Glass Lem UV, Garansi HP Bisa Hangus

Uzone.id - Punya smartphone dengan layar lengkung memang bikin visual kerasa mahal dan lega. Tapi, ada aja problemnya buat si pengguna, dari keseringan mistouch saat main game sampai kesulitan cari anti-gores yang pas. 

Akhirnya, pilihan seringkali jatuh pada tempered glass dengan lem UV cair. Lapisan kaca jenis ini bakalan kelihatan rapi tanpa ada gelembung udara, presisi, serta sensitivitas layar yang tetap enak dipakai. 

Harganya memang murah, rentangnya di kisaran Rp10 ribu sampai Rp60 ribuan saja. Cuma, ada harga mahal yang harus kalian bayar di balik kemulusan itu, yakni risiko smartphone rusak dan garansi pabrikan yang hangus. 

Lem UV itu menggunakan nano-hydrophobic yang akan merekat dengan lapisan tempered glass. Cairan ini berbentuk cair dan akan bereaksi menjadi perekat saat disinari dengan sinar UV. 


Namanya juga cairan, maka pas diteteskan ke layar, lem ini otomatis mengalir ke area terendah dan besar kemungkinan masuk ke celah-celah di smartphone

Di sinilah masalahnya. Tanpa pemasangan yang teliti, cairan lem ini akan sangat mudah merembes masuk ke sela-sela tombol Power, Volume, hingga ke earpiece

Begitu lem ini disinari dengan lampu UV, cairan tersebut bakal mengeras di dalam komponen. Hal ini bisa saja mengakibatkan tombol smartphone jadi keras, tidak bisa ditekan, atau malah masuk ke dalam bodi, yang membuatnya tidak berfungsi sama sekali.

Lebih parah lagi kalau lemnya menutup earpiece di atas layar. Suara telepon bakal jadi mendem atau kecil karena jalurnya yang tersumbat lem yang mengeras. 

Awas, garansi jadi hangus


Kalau sudah seperti ini, mungkin beberapa dari kalian berpikir, “Ah tinggal dibawa ke service center saja.” 

Ini yang jadi masalah. Kerusakan komponen akibat rembesan lem UV masuk dalam kategori customer induced damaged (CID) alias kerusakan akibat ulah pengguna sendiri. 

Dikutip dari Gizmochina, Xiaomi salah satunya, menekankan bahwa penggunaan jenis pelindung layar ini dapat membatalkan garansi perangkat. 


Itu artinya, biaya perbaikan apa pun yang diakibatkan oleh kerusakan yang disebabkan oleh pemasangan tempered glass dengan lem UV cair akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

“Saat menggunakan pelindung ini, ada risiko yang cukup besar bahwa perekat cair yang digunakan untuk memastikan pemasangan yang tepat, dapat meresap ke dalam tombol fisik, port pengisian daya, lubang speaker, dan penutup baterai. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk restart yang tidak terduga, kerusakan tombol, suara bising dari speaker, dan pengelupasan lapisan kulit penutup baterai,” tulis Xiaomi.

“Untuk memastikan pengalaman yang lancar bagi semua pengguna, kami sangat menyarankan untuk tidak menggunakan pelindung layar perekat UV cair karena dapat menyebabkan kerusakan, yang dapat membatalkan garansi Anda,” tegas Xiaomi.



Bukan cuma Xiaomi, merek smartphone lainnya juga menyertakan poin soal ‘Liquid Damage’ atau kerusakan akibat cairan atau benda asing yang tidak ditanggung garansi. Lem UV yang mengeras di dalam smartphone juga dikategorikan sebagai kerusakan akibat cairan.

Daripada ambil resiko komponen smartphone rusak dan garansinya malah hilang, sebaiknya menggunakan opsi lain yang memang agak sedikit lebih mahal. 

Misalnya hydrogel yang lunak dan bisa menempel sempurna pada layar melengkung. Memang tidak sekeras tempered glass, tapi tetap aman dari baret-baret halus. Sensitivitas layar pun tetap terjaga, meski ada beberapa jenis yang justru memengaruhi respon in-display fingerprint, seperti hydrogel anti-glare