Awas 'Jebakan Batman'! 20 Juta Malware Incar Para Gamer
Uzone.id - Target utama serangan siber bukan cuma orang-orang yang suka belanja online saja, tapi juga gamer yang bahkan aktif di komunitas Discord. Temuan Kaspersky mengungkap, setidaknya lebih dari 18 juta upaya serangan terhadap gamer dilancarkan lewat aplikasi Discord.
Menurut temuan Kaspersky, setidaknya ada 2.054.336 percobaan phishing yang menyamar sebagai platform game seperti Steam, PlayStation, dan Xbox.
Lebih dari itu, Kaspersky juga menemukan ada lebih dari 20 juta percobaan infeksi oleh malware yang menyamar sebagai software game. Dari total 20.188.897 percobaan infeksi, 18.556.566 di antaranya terdeteksi di aplikasi Discord—14 kali lipat lebih tinggi dibanding tahun lalu.
Jangkauan serangan siber ini bahkan meluas ke platform hiburan harian lainnya, seperti Netflix dan Spotify. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 801.148 percobaan phishing yang mendompleng nama Netflix, dan 576.873 lainnya mengatasnamakan Spotify.
Bukan cuma gamer yang jadi target
Selain gamer dan penikmat hiburan, para pemburu diskon akhir tahun di toko online juga menjadi sasaran empuk serangan siber.
Kaspersky mengungkap, sepanjang Januari sampai Oktober 2025, ada 6.394.854 upaya phishing yang diblokir karena menyamar sebagai toko online, bank, dan sistem pembayaran. Hampir separuhnya atau 48,2 persen, memang secara spesifik didesain untuk menjebak orang-orang yang belanja online.
Para penipu ini sangat jeli memanfaatkan momentum belanja musiman. Buktinya, hanya dalam dua minggu pertama bulan November saja, Kaspersky mendeteksi 146.535 email spam yang merujuk pada penjualan musiman. Bahkan, ada 2.572 email yang secara khusus menggunakan pancingan promosi Hari Lajang (Single’s Day).
Modus yang dipakai biasanya sebenarnya sama saja. Penipuan ini menggunakan kembali template desain dari tahun-tahun sebelumnya yang meniru e-commerce besar seperti Amazon, Walmart, dan Alibaba. Mereka menawarkan diskon awal yang menggiurkan untuk menggiring pengguna masuk ke halaman palsu.
Menurut Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, data tahun ini menunjukkan penyerang semakin beroperasi di seluruh ekosistem digital. Mereka memantau aktivitas pengguna yang beragam, mulai dari belanja, main game, hingga streaming, dan mengadaptasi metode mereka agar terlihat familier di lingkungan tersebut.
“Data tahun ini menunjukkan bahwa penyerang semakin beroperasi di seluruh ekosistem digital,” ujarnya, dalam keterangan pers yang kami terima.
Mengingat serangan siber yang kian masuk ke aktivitas harian targetnya, pengguna pun wajib lebih waspada. Paling utama, jangan percaya langsung pada tautan atau lampiran apapun yang masuk ke email, dan selalu periksa ulang siapa pengirimnya.
Begitu juga saat mau belanja online. Periksa lagi apakah situs e-commerce yang diakses valid atau tidak, sebelum mengisi data. Pun demikian saat beli barang dari toko yang belum dikenal, wajib untuk mengecek ulasan sebelum membeli barangnya.
Dan terkait pembayaran, Kaspersky mengimbau untuk jangan malas mengecek laporan mutasi bank atau kartu kredit. Seringkali, korban tidak menyadari adanya kejanggalan sampai melihat tagihan yang tidak sah. Jika menemukan transaksi mencurigakan, segera hubungi bank untuk memperbaikinya.