Automotive

Aturan Ganjil-Genap di SPBU Bali Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Brian Priambudi •
Aturan Ganjil-Genap di SPBU Bali Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Highlight Artikel

  • Gubernur Bali Wayan Koster memperpanjang kebijakan pembatasan pembelian BBM ganjil-genap hingga 23 Oktober 2020.
  • Keputusan perpanjangan diambil karena kebijakan sebelumnya terbukti efektif mengurai antrean di SPBU dan menjaga kelancaran pasokan BBM.
  • Skema pembelian BBM bersubsidi tetap sama, yaitu berdasarkan nomor akhir pelat kendaraan ganjil atau genap sesuai tanggal.
  • Cadangan BBM di Bali saat ini rata-rata mencukupi untuk 11 hingga 12 hari, dengan target peningkatan hingga 15 hari, didukung penambahan armada kapal pengangkut.

Uzone.id - Gubernur Bali Wayan Koster resmi mengambil langkah untuk memperpanjang sistem pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan skema ganjil-genap. Kebijakan yang tadinya dijadwalkan usai hari ini dipastikan bakal berlanjut demi menjaga kelancaran pasokan BBM di lapangan.

Disampaikan langsung di Denpasar pada Senin, Koster mengonfirmasi bahwa aturan pembelian ganjil-genap ini mulai efektif diperpanjang dari Selasa, 20 Oktober besok hari hingga Jumat, 23 Oktober mendatang.

“Kami akan memperpanjang pengaturan ganjil genap yang berakhir terakhir hari ini, itu akan ditambahkan mulai besok sampai hari Jumat tanggal 23 Oktober nanti,” kata dia usai Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM dan PT Pertamina dikutip dari Antara.



Keputusan perpanjangan ini bukan tanpa alasan. Langkah tersebut diambil menyusul efektivitas kebijakan sebelumnya yang sukses mengurai antrean BBM yang sempat mengular di berbagai SPBU di wilayah Provinsi Bali.

Skema pembeliannya masih sama, masyarakat pengguna BBM bersubsidi yang hendak membeli bahan bakar baru akan dilayani apabila nomor akhir dari pelat kendaraannya ganjil atau genap sesuai tanggal di hari tersebut.

Sebelumnya, Pemprov Bali menilai gabungan antara pembatasan kendaraan dalam membeli BBM, sistem bekerja dari rumah (WFH), dan belajar secara daring terbukti ampuh memperlancar distribusi serta suplai minyak secara umum di stasiun pengisian.





"Yang ternyata sangat efektif, hari Sabtu dan Minggu sampai hari ini secara umum suplai minyak ke stasiun pengisian bahan bakar umum berjalan dengan lancar dan tidak lagi antrean banyak,” ujarnya.

Penerapan aturan ganjil-genap yang diimbangi dengan distribusi yang kian membaik sukses membuat kondisi kembali kondusif. Kendati situasi mulai normal dan bahkan dinilai lebih baik ketimbang sebelum terjadi kelangkaan BBM, Koster menegaskan bahwa pengawasan ketat tetap harus dijaga secara bersama-sama.

Oleh karena itu Pemprov Bali bersama pihak Pertamina dan aparat keamanan terus mengawal kelancaran distribusi demi menjaga ketersediaan cadangan energi di wilayah Bali.



Bicara soal stok, ketersediaan cadangan BBM di Bali saat ini rata-rata telah mencukupi untuk 11 hingga 12 hari dan targetnya akan terus ditingkatkan hingga mencapai 15 hari.

Tak hanya itu, guna mengakselerasi pemulihan dan mengurai antrean, armada kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa juga dikerahkan lebih banyak. Penyeberangan yang mulanya hanya dilayani tiga kapal kini bertambah signifikan menjadi tujuh kapal.

Gubernur Koster juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi di Bali, mengingat daya tarik Bali sebagai destinasi wisata internasional favorit dunia.

"Ini perlu menjadi pemahaman kita bersama karena Bali merupakan destinasi wisata utama dunia menjadi perhatian negara-negara luar, jadi apa yang terjadi di Bali ini menjadi sorotan besar, sesuatu yang terjadi di Bali itu langsung mendunia,” tuturnya.

FAQ Artikel

Apa kebijakan BBM ganjil-genap yang diperpanjang di Bali?

Kebijakan ini adalah pembatasan pembelian BBM bersubsidi di SPBU, di mana pengguna dilayani apabila nomor akhir pelat kendaraannya ganjil atau genap sesuai tanggal pada hari tersebut.

Sampai kapan kebijakan ganjil-genap pembelian BBM ini diperpanjang?

Kebijakan ini diperpanjang mulai dari Selasa, 20 Oktober hingga Jumat, 23 Oktober.

Mengapa Gubernur Bali memutuskan untuk memperpanjang kebijakan ini?

Perpanjangan dilakukan karena kebijakan sebelumnya terbukti sangat efektif dalam mengurai antrean panjang di SPBU dan menjaga kelancaran pasokan BBM di seluruh wilayah Bali.

Bagaimana kondisi cadangan BBM di Bali saat ini?

Cadangan BBM di Bali saat ini rata-rata mencukupi untuk 11 hingga 12 hari, dan ditargetkan akan terus ditingkatkan hingga mencapai 15 hari untuk menjaga stabilitas pasokan energi.