Asus Tak Kejar Pasar Ponsel di Indonesia, Fokus Target 1 Juta Laptop
Uzone.id - Asus Indonesia blak-blakan soal strategi bisnis mereka di pasar smartphone. Asus tidak lagi agresif mengejar pangsa pasar smartphone, dan memilih untuk fokus pada lini bisnis utamanya, yaitu laptop, baik konsumer dan juga gaming.
Meski masih meluncurkan produk, seperti Asus ROG Phone 9 Pro, Pro Edition dan FE pada Maret 2025 lalu, pendekatan mereka kini berbeda. Muhammad Firman, Head of PR Asus Indonesia, menjelaskan bahwa Indonesia tidak lagi menjadi fokus untuk smartphone dalam strategi global Asus.
"Kalau smartphone, karena kita bukan fokus country, jadi kita di sini setiap kali ada device versi terbaru, smartphone terbaru, kita juga announce disini, dipasarkan disini, tetapi kita gak lagi kayak dulu, yang kita mengejar market share," ujar Firman, dalam sesi media yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/10).
Ia menegaskan, smartphone Asus terbaru yang hadir di Indonesia, hanya ditujukan untuk melayani basis pengguna setia mereka. Asus, kata Firman, tidak lagi berniat ‘mencuri’ konsumen dari merek lain.
"Smartphone kita disini ditujukan untuk end user, pengguna setia kita. Jadi kalau mereka butuh upgrade, kita sediakan, tapi kita gak ngincer pengguna smartphone lain untuk beralih ke kita, gak kayak gitu," katanya.
Strategi ini berbeda dengan negara seperti Taiwan, India, atau Singapura, yang menurut Firman masih difokuskan dan aktif bersaing merebut pangsa pasar smartphone.
“Jadi kalau fokus country itu, kalau di Asia Pasifik, itu kayak Taiwan, India, atau Singapura, itu fokus country, mereka di sana masih ngejar market share bersaing dengan brand lain, tetapi kalau di Indonesia, kita lebih memenuhi kebutuhan end user kita,” sambungnya.
Target 1 juta laptop di 2025
Dengan mundurnya fokus dari smartphone, Asus Indonesia bisa lebih leluasa menggarap pasar laptop di segmen konsumer dan gaming, yang kini menjadi prioritas utama.
Firman mengungkapkan target penjualan mereka untuk tahun ini sangat ambisius. "Untuk 2025, di awal tahun sudah set target, sepanjang tahun ini ingin menjual 1 juta unit untuk konsumer dan gaming campuran," katanya.
Target tersebut tampaknya berada di jalur yang tepat. Sebab, Firman menyebut, saat ini pihaknya sudah mencapai sekitar 70 persen dari target yang ditetapkan.
“Sejauh ini sudah sekitar 70 persen sampai kuarter kemarin sampai September, jadi kita optimis dengan lini produk yang barusan kita resmikan untuk mencapai 1 juta unit," lanjut Firman.
Untuk tahun 2026, Asus memprediksi targetnya tidak akan jauh berbeda. Namun, mereka tetap membuka peluang untuk menaikkan target jika ada permintaan signifikan dari pasar.
"Kemungkinan sih gak bakal jauh berbeda dengan tahun 2025 targetnya. Tetapi kalau misalnya ada kebutuhan yang signifikan di pasar, kita bisa forecast, ya mungkin akan sedikit di angka 1 juta atau 1,1 juta," pungkasnya.