Gadget

Apple Watch SE 3, 'Jebakan Termanis' Apple Buat Masuk ke Ekosistemnya

Muhammad Faisal Hadi Putra
Apple Watch SE 3, 'Jebakan Termanis' Apple Buat Masuk ke Ekosistemnya

Uzone.id - Suka bingung dengan strategi Apple yang masih saja meluncurkan produk dengan desain ketinggalan zaman, tapi dibanderol dengan harga yang setara produk-produk kompetitor yang kelasnya sudah 'mahal'. Salah satu contohnya, Apple Watch SE 3.

Apple Watch SE 3 dibanderol dengan harga mulai Rp4.349.000 untuk 40mm dan Rp4.949.000 untuk varian 44mm. Harga tersebut bahkan lebih mahal dari Huawei Watch GT 6 atau Watch GT 6 Pro. Malah, kalau 'nambah dikit' sekitar Rp1 juta, kalian bisa dapat Samsung Galaxy Watch8 yang lebih mewah. 

Lantas kenapa sih, Apple? Awalnya sudah suudzon duluan, mengira kalau Apple mungkin cuma 'ngabisin stok komponen lama' aja. Tapi setelah menggunakannya langsung, ternyata ini adalah cara pintar Apple untuk menarik orang-orang masuk ke ekosistemnya yang dalam. 



Desain jadul yang masih relevan


Saat smartwatch merek lain di rentang harga segini sudah fokus ke desain yang mewah, Apple Watch SE 3 masih setia dengan desain jadulnya. Melihatnya seperti kembali ke empat atau lima tahun yang lalu, ketika Apple rilis Watch Series 6 atau 7. 

Apple mungkin tau kalau produk satu ini bakalan di-bully. Mungkin juga, biar olokannya nggak terlalu kentara, Apple kasih pembaruan yang disukai oleh banyak orang. Simple fiturnya, namun sukses membuat Apple Watch SE 3 ini terlihat lebih menarik, yakni Always on Display. 


Stigma seri SE yang biasanya bawa fitur terbatas, Apple justru bawa fitur 'premium' pada smartwatch murahnya. Apple Watch SE 3 usung panel LTPO OLED dengan resolusi 326 piksel, serta memiliki tingkat kecerahan puncak 1.000 nits dan paling redup pada 2 nits saja. 

Saya sendiri pakai Apple Watch SE 3 versi 40 mm. Sebenarnya lumayan kecil buat ukuran lengan yang cukup besar. 


Tapi ada solusinya, yakni ganti strap dengan bahan nylon bergaya sport, rasanya seperti pakai smartband yang jauh lebih pintar. Ya, mirip smartband rasanya, lantaran bobot jam tangan pintar ini cuma sekitar 26,3 gram saja. 



Apple nggak pelit spek


Desain boleh saja jadul, tapi soal spek, kami rasa Apple tidak pelit. Apple Watch SE 3 ini seperti iPhone 16e, dibenamkan dapur pacu 'rata kanan' pada wujud yang ketinggalan zaman dari kompetitornya.

Apple Watch SE 3 ditenagai chip S10 SiP, prosesor yang sama dengan Apple Watch Series 11 dan Ultra 3 yang harganya jauh lebih tinggi. Dengan kemampuan otak yang setara, maka pemrosesan berbagai fitur di Watch SE 3 pun sama cepatnya dengan Apple Watch Series 11 maupun Ultra 3. 

Demikian juga dengan akses Siri. Kalian bisa meminta Siri melakukan berbagai macam hal, dan AI ini akan memprosesnya langsung di perangkat. Misal, meminta Siri untuk mengakses kamera di iPhone terdekat, atau menemukan iPhone kalian. 


Atau, menyetel alarm, membuat pengingat, memintanya mendengarkan ucapan dan memasukkannya ke dalam Notes, dan lain sebagainya. Semuanya direspon dengan sangat cepat. Rasanya tak sabar Apple meningkatkan kemampuan Siri yang katanya sih, bakal terjadi di tahun depan. 

Apple Watch SE 3 juga hadir dengan dua gestur baru, Double Tap dan Wrist Flick. Double Tap bisa digunakan untuk menerima panggilan, misalnya. Sebaliknya, untuk menolaknya, ya tinggal Wrist Flick saja atau meggoyangkan pergelangan tangan. FItur simple, tapi amat memudahkan.


Apple Watch SE 3 ditopang oleh baterai yang katanya bisa tahan sampai 18 jam. Apple tak menyebutkan berapa kapasitasnya, tapi klaim tersebut menurut kami, lebih rendah dari realitanya. 


Dari pengujian, Apple Watch SE 3 bisa tahan seharian penuh. Ibaratnya, ngecas pagi, ya baterainya habis keesokan harinya. Untuk ngecasnya, lumayan cepat kok. Nggak sampai sejam, arloji pintar ini bisa dipakai untuk menemani aktivitas seharian lagi. 



Nggak semua orang butuh fitur selengkap Ultra


Inilah jawaban sebenarnya kenapa Apple Watch SE 3 tetap dihadirkan, yakni fitur. Jujur deh, berapa kali sih kalian benar-benar pakai fitur 'kelas rumah sakit' kayak EKG atau memantau oksigen darah di smartwatch? Atau, fitur yang lebih kompleks lagi, tekanan darah misalnya. 

Jujur, saya pun rasanya amat sangat jarang pakai fitur-fitur tadi. Seringnya, ya dipakai untuk memantau bagaimana kualitas tidur, atau sebatas ngitung seberapa jauh saya berjalan atau berlari, dan seberapa banyak kalori yang sudah dibakar. That's it

Apple mungkin sadar, ada pasar besar yang berpikir, "Ngapain juga bayar mahal untuk EKG?"


Dan, Apple Watch SE 3 rasanya jadi jawaban untuk pertanyaan tersebut. Smartwatch ini nggak bawa fitur tetek-bengek yang bejibun, yang akhirnya nggak kepakai juga. 

Apple justru hadirkan fitur yang memang dipakai orang banyak. Pemantauan detak jantung sudah pasti. Ada juga pelacak tidur dengan Sleep Score untuk pantau kualitas tidur, notifikasi Sleep Apnea, hingga pengingat waktu tidur dan kapan harus bangun. 

Apple Watch SE 3 juga punya fitur deteksi jatuh dan kecelakaan mobil. Pelacak aktivitas jalan kaki, lari, atau gym juga dibuat dengan akurat. Dan, buat pengguna perempuan, ada juga sensor suhu untuk estimasi siklus bulanan. 


Sementara itu, fungsi utama lain dari sebuah smartwatch juga tetap difokuskan pada Apple Watch SE 3. Jam tangan ini jadi pusat notifikasi penting biar saya nggak bolak-balik buka smartphone

Selain itu, inilah cara pintar Apple untuk 'ngeracunin' orang-orang agar masuk ke ekosistemnya. Buat saya, Apple Watch SE 3 itu 'jebakan termanis' untuk masuk ke ekosistem Apple.

Begitu pengguna iPhone pemula atau kaum mendang-mending membeli Watch SE 3, mereka akan terkunci. Integrasinya terlalu nyaman untuk ditinggalkan. Notifikasi sinkron, bisa balas cepat WhatsApp juga bisa, unlock MacBook atau iPhone juga bisa otomatis.



Kesimpulan


Apple Watch SE 3 mungkin bukan smartwatch tercanggih. Desainnya saja jadul. Tapi dia punya value yang mengerikan. Kalian dapat performa setara Apple Watch Series 11 atau Ultra 3, punya layar Always On Display, dan baterai yang awet, dengan harga separuhnya.

Jika kalian adalah pengguna iPhone yang selama ini ragu beli Apple Watch karena kemahalan, atau merasa fitur EKG itu berlebihan, saya rasa Apple Watch SE 3 adalah pilihan paling logis.

Kecuali kalian atlet profesional atau punya kondisi jantung spesifik, kalian bisa lupakan Apple Watch Series 11 dan versi yang lebih mahal lainnya. Kalian bisa lirik Apple Watch SE 3 yang lebih murah, sisa uangnya bisa buat beli aksesori lain seperti TWS atau casing misalnya.