Apple TV+ dan HBO Max Panen Piala Emmy Awards, Siapa Terbanyak?
Uzone.id – Emmy Awards ke-77 yang digelar pada 14 September 2025 jadi momen penting bagi layanan streaming. Kompetisi ini tak sekadar soal siapa paling banyak nominasi, tapi bagaimana platform-platform seperti Apple TV+, HBO Max, dan Netflix sukses membuktikan diri di mata publik dan kritikus.
Dari komedi, drama, hingga limited series, ajang penghargaan Emmy Awards tahun ini diisi oleh rangkaian kejutan dari jajaran tayangan di kancah streaming digital.
HBO Max dan Netflix masing-masing meraih 30 piala Emmy. Tapi ada satu platform yang mencuri perhatian karena kualitas, bukan hanya kuantitas: Apple TV+, dengan total 22 kemenangan Emmy.
Jadi meski di angka puncak HBO Max dan Netflix sama besar, Apple TV+ menunjukkan lonjakan yang cukup impresif dibanding tahun-sebelumnya.
Serial ‘The Studio’ menjadi sorotan besar kemarin malam. Serial komedi ini berhasil memecahkan rekor sebagai freshman comedy yang paling banyak mendapat Emmy dalam satu musim – 13 piala dalam satu malam. Termasuk Best Comedy Series, penulisan, dan akting.
‘Severance’ yang merupakan drama fiksi berbalut unsur misteri dan sci-fi, juga mendapat banyak penghargaan dengan total 8 kemenangan termasuk Outstanding Lead Actress untuk Britt Lower dan Outstanding Supporting Actor buat Tramell Tillman.
Ada juga penghargaan untuk ‘Slow Horses’ lewat kategori Outstanding Directing for a Drama.
“Malam ini benar-benar tak terlupakan sekaligus memecahkan rekor bagi Seth, Evan, dan tim kreatif ‘The Studio’,” ungkap Head of Worldwide Video Apple, Zack Van Amburg.
Ia melanjutkan, “bagi kami di Apple, rasanya luar biasa melihat para penggemar begitu antusias dengan serial ini, berdampingan dengan drama paling banyak dibicarakan tahun ini, ‘Severance’, dan setial yang juga menuai pujian, ‘Slow Horses’. Kami berterima kasih kepada Television Academy dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua seniman yang telah menunjukkan kekuatan sebuah cerita untuk meyatukan orang.”
Dengan ini, Apple TV+ menggambarkan bahwa diferensiasi konten, bukan hanya budget atau promosi besar, bisa memberi hasil besar. Konten-yang disajikan lewat cerita menarik, kualitas produksi tinggi, dan pemilihan genre yang lebih unik, menjadi senjata mereka.
Sedangkan untuk HBO Max, ‘The Pitt’ sebagai drama medis yang berlatar di ruang ICU/ER, keluar sebagai Outstanding Drama Series. Aktor Noah Wyle sebagai pemeran utama berhasil menang sebagai Outstanding Lead Actor in a Drama, dan juga ada penghargaan akting pendukung untuk Katherine LaNasa.
Serial lain seperti ‘Hacks’, ‘Somebody Somewhere’, dan ‘The Penguin’ (miniseries di HBO Max) juga membawa pulang piala penting.
HBO Max menunjukkan kuatnya kekuatan di genre-drama dan miniseries, dan tetap mempertahankan reputasi sebagai “rumah” untuk konten prestisius, terutama yang akting dan cerita konfliknya berat.
Kemudian untuk platform Netflix, ‘Adolescence’ memenangkan Best Limited Series dengan total 6-8 penghargaan, termasuk kategori penulisan dan akting pendukung. Owen Cooper yang baru berusia 15 tahun menjadi pemenang termuda di kategori Best Supporting Actor di Limited Series/Anthology.
Netflix juga meraih penghargaan lewat banyak nominasi lainnya yang dimenangkan di kategori pendukung dan teknis.
Selain layanan besar tersebut, streaming seperti Disney+ melalui ‘Andor’ dan Hulu juga masuk dalam daftar nominasi-penghargaan walaupun tak sebanyak pemenang utama.
Kepercayaan & investasi konten orisinal semakin terbukti penting. Penonton sekarang melihat kualitas cerita, akting, dan produksi. Streaming services yang berani berinovasi dan keluar dari zona nyaman akan lebih menonjol.
Branding dan positioning jadi penting: Apple TV+ sebelumnya dianggap kurang “viral” dibanding Netflix dan HBO Max, tapi sekarang mereka punya trofi dan reputasi untuk didengarkan.
Meskipun HBO Max dan Netflix memimpin secara angka, Apple TV+ kini layak disebut sebagai penantang kuat berkat konten-konten orisinal yang mampu meningkatkan reputasi layanan mereka di mata industri.