Apple Rilis Studio Display Terbaru, Layar 5K XDR Kini Lebih Ngebut
Uzone.id – Apple kembali memperkuat lini perangkat pendukung Mac dengan meluncurkan keluarga monitor terbaru mereka, Studio Display dan Studio Display XDR.
Dua layar ini dirancang khusus untuk pengguna yang menginginkan kualitas visual tinggi, mulai dari pekerja kreatif, developer, hingga profesional di bidang desain dan video.
Lewat generasi terbaru ini, Apple tak sekadar meningkatkan resolusi layar. Perusahaan asal Cupertino ini juga menyematkan teknologi kamera, audio, hingga konektivitas terbaru yang membuat Studio Display semakin relevan untuk kebutuhan kerja modern.
Studio Display: layar 5K dengan fitur lengkap
Studio Display mengusung panel 27 inci beresolusi 5K Retina dengan lebih dari 14 juta piksel. Tingkat kecerahannya mencapai 600 nits, dipadukan dengan gamut warna P3 wide color.
Hasilnya, tampilan gambar terlihat tajam, cerah, dan tetap akurat, baik untuk mengedit foto, video, hingga coding.
Tak cuma soal visual, Studio Display juga dibekali kamera 12 MP dengan fitur Center Stage yang mampu menjaga posisi pengguna tetap di tengah frame saat video call. Nah, kamera tersebut juga sudah mendukung Desk View, yang bisa menampilkan wajah pengguna sekaligus area meja kerja dari atas.
Untuk audio, Apple menyematkan sistem enam speaker dengan empat woofer force-cancelling dan dua tweeter. Klaimnya, bass yang dihasilkan 30 persen lebih dalam dibanding generasi sebelumnya, sementara dukungan Spatial Audio membuat suara terasa lebih imersif.
Di sisi konektivitas, Studio Display kini sudah mendukung Thunderbolt 5. Teknologi ini memungkinkan transfer data super cepat, menghubungkan aksesori berkecepatan tinggi, hingga menyambungkan beberapa monitor sekaligus dalam satu rangkaian.
Lewat satu kabel Thunderbolt, pengguna juga bisa mengisi daya laptop hingga 96W, cukup untuk mengisi cepat MacBook Pro 14 inci.
Studio Display XDR: monitor profesional ‘lebih serius’
Bagi pengguna kelas atas, Apple menghadirkan Studio Display XDR sebagai penerus Pro Display XDR. Monitor ini dirancang khusus untuk kebutuhan berat seperti editing HDR, animasi 3D, rendering, hingga produksi film.
Studio Display XDR masih membawa panel 27 inci 5K, namun kini menggunakan teknologi mini-LED dengan 2.304 zona local dimming. Teknologi ini membuat kontras layar jauh lebih presisi, dengan area gelap yang benar-benar hitam dan area terang yang tetap detail.
Tingkat kecerahan menjadi salah satu nilai jual utamanya. Monitor ini mampu menampilkan hingga 1.000 nits untuk konten SDR dan mencapai 2.000 nits untuk HDR. Rasio kontrasnya pun tembus 1.000.000:1.
Hasilnya, konten HDR terlihat jauh lebih hidup, dengan detail bayangan dan highlight yang lebih akurat, minim efek halo atau blooming.
“Apple telah memimpin industri dalam menghadirkan layar paling canggih di dunia untuk membantu para profesional menghasilkan karya terbaik mereka. Hari ini, kami kembali melakukan hal itu lewat peluncuran keluarga Studio Display terbaru,” tutur Senior Vice President of Hardware Engineering Apple, John Ternus, dalam keterangannya.
Ia melanjutkan, “Studio Display kini menjadi lebih baik dengan kamera 12 MP Center Stage terbaru dan konektivitas Thunderbolt 5 yang powerful. Sementara Studio Display XDR merupakan lompatan besar dalam teknologi XDR, dengan backlight mini-LED, tingkat kecerahan HDR hingga 2000 nits, akurasi warna yang lebih canggih, serta refresh rate 120 Hz. Semua ini mampu mengubah alur kerja seperti pembuatan film, desain, percetakan, hingga animasi 3D. Ini adalah layar profesional terbaik di dunia saat ini.”
Refresh rate 120 Hz dan punya Adaptive Sync
Tak hanya tajam, Studio Display XDR juga unggul dari sisi responsivitas. Monitor ini dibekali refresh rate 120 Hz, membuat tampilan animasi, scrolling, hingga video terlihat lebih mulus.
Fitur Adaptive Sync juga hadir untuk menyesuaikan refresh rate secara otomatis antara 47 Hz hingga 120 Hz. Hal ini berguna untuk video playback, desain grafis berat, hingga game dengan grafis intens.
Dengan kombinasi ini, latensi layar menjadi lebih rendah dan pergerakan visual terasa lebih natural.
Untuk pekerja desain dan percetakan, Studio Display XDR kini mendukung Adobe RGB selain P3. Artinya, cakupan warna menjadi lebih luas dan mendekati standar industri.
Apple menyebut layar ini mampu mencakup lebih dari 80 persen standar Rec. 2020 untuk kebutuhan HDR. Pengguna juga bisa berpindah antar mode warna dengan lebih praktis, tanpa perlu pengaturan manual yang rumit.
Kamera, audio, dan Thunderbolt 5 jadi lengkap
Baik Studio Display maupun Studio Display XDR sama-sama dibekali kamera 12 MP, tiga mikrofon berkualitas studio, dan sistem speaker Spatial Audio.
Untuk konektivitas, keduanya mengusung Thunderbolt 5 dengan port tambahan untuk aksesori atau monitor lain. Studio Display XDR bahkan mampu mengisi daya hingga 140W, cukup untuk laptop kelas atas seperti MacBook Pro 16 inci.
Dengan fitur ini, monitor juga bisa berfungsi sebagai hub, mengurangi kebutuhan docking tambahan di meja kerja.
Lebih lanjut, Apple menyediakan beberapa opsi dudukan, mulai dari tilt-adjustable, tilt & height-adjustable, hingga VESA mount. Khusus Studio Display XDR, stand-nya menggunakan sistem counterbalance yang membuat layar terasa “melayang” saat diatur.
Dari sisi lingkungan, kedua monitor ini dibuat dengan material daur ulang, termasuk aluminium dan kaca. Apple juga mengklaim kemasan produknya kini 100 persen berbasis serat kertas.
Studio Display dibanderol mulai USD1.599 (setara Rp26,9 juta), sementara Studio Display XDR mulai dari USD3.299 (setara Rp55,7 juta).
Keduanya tersedia dalam pilihan kaca standar atau nano-texture. Pre-order dibuka mulai 4 Maret, dengan pengiriman mulai 11 Maret 2026.