Aplikasi Mirip Grok Marak di Toko Aplikasi, Apa Kata Google dan Apple?
Uzone.id — Kontroversi
editan foto menggunakan AI yang disalahgunakan menjadi foto-foto tak pantas
membuat GRok AI–chatbot buatan Elon Musk—menjadi bulan-bulanan, bahkan sampai
kena hukum beberapa negara.
Di Indonesia dan beberapa negara, aplikasi Grok sampai kena
blokir gara-gara jadi wadah untuk membuat editan gambar AI yang tak pantas dan
melecehkan. Tapi, Grok AI bukan satu-satunya aplikasi AI yang bisa menghasilkan
konten tak pantas.
Nyatanya, penyelidikan terbaru oleh Tech Transparency Project (TTP) menunjukkan bahwa ada 55 aplikasi di Google Play Store yang bisa melakukan hal serupa dan masih bisa diakses bebas hingga saat ini. Bahkan, ada 47 aplikasi serupa di Apple App Store.
Artinya, pengguna Android dan Apple memiliki akses bebas dan
mudah ke puluhan aplikasi yang dapat menciptakan gambar-gambar seksual seperti
Grok AI.
Melansir dari laporan yang AppMagic, aplikasi-aplikasi ini
sudah diunduh lebih dari 705 juta kali di seluruh dunia dan menghasilkan
pendapatan sebesar USD117 juta.
Google dan Apple dianggap memberi ruang promosi dan
menawarkan aplikasi-aplikasi ini meskipun aplikasi tersebut melanggar kebijakan
toko aplikasi.
Misalnya, Google Play Store secara terang-terangan melarang
"gambaran ketelanjangan seksual atau pose yang bersifat seksual di mana
subjeknya telanjang" atau "berpakaian minim."
Mereka juga melarang aplikasi yang "merendahkan atau mengobjektifikasi orang, seperti aplikasi yang mengklaim dapat melepas pakaian orang lain.”
Apple juga menyatakan bahwa aplikasi yang ada di platform
mereka tidak boleh menghasilkan konten yang "menyinggung, tidak sensitif,
mengganggu, dimaksudkan untuk menjijikkan, memiliki selera yang sangat buruk,
atau sekadar menakutkan," termasuk "materi seksual yang eksplisit
atau pornografi."
Namun, setelah adanya laporan ini, Google dan Apple pun
dilaporkan telah menyoroti aplikasi-aplikasi tersebut.
Apple menyatakan telah menghapus 28 aplikasi yang
diidentifikasi dan memperingatkan pengembang aplikasi lain terkait pelanggaran
ini. Sementara Google disebut telah mencabut akses 31 aplikasi AI di
platformnya.