Digilife

Apa Saja Oleh-oleh Trump dan Bos Teknologi Saat Main ke China?

Vina Insyani
Apa Saja Oleh-oleh Trump dan Bos Teknologi Saat Main ke China?

Uzone.idKunjungan Donald Trump bersama dengan rombongannya--termasuk Tim Cook, Elon Musk hingga Jensen Huang–ke China masih jadi bahasan yang cukup menarik.

Selain karena jadi kunjungan pertama Trump setelah kurang lebih 10 tahun absen, banyak juga yang penasaran apa saja ‘oleh-oleh’ yang didapat Trump dan bos-bos teknologi setelah kunjungan tersebut.

Dalam agendanya, Trump berencana mengunjungi Presiden China, Xi Jinping dengan beberapa bahasan, mulai dari perdagangan, minyak, membahas soal kondisi Iran dan juga Taiwan.

Berbeda dengan lawatannya pada 2017 lalu yang menghasilkan kesepakatan jelas dengan nilai kerjasama hingga USD250 miliar untuk sektor penerbangan, energi, teknologi hingga manufaktur, kunjungan kali ini belum memberikan hasil yang konkrit.




Pasalnya, kunjungan kali ini lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas hubungan politik dan meredakan ketegangan bilateral saja, termasuk membahas soal kondisi Selat Hormuz.

Bos teknologi hampir pulang dengan tangan kosong

Pihak Amerika Serikat mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan untuk menjual produk-produk pertanian dengan rincian yang belum dijelaskan secara detail.

Sementara itu, di sisi lain, para CEO teknologi yang berbasis di AS seperti Tim Cook, Elon Musk, Jensen Huang, bos Meta, JP Morgan hingga Boeing turut dalam kunjungan tersebut, bahkan menambah waktu kunjungan mereka demi mendapatkan deal dengan perusahaan dan pemerintahan China.

Sayangnya, hasil yang didapat tidak sesuai dengan target di awal. Bahkan, kehadiran CEO Jensen Huang pun tidak membuat China tertarik untuk bekerja sama dalam perdagangan chip AI canggih H200 milik Nvidia tersebut.




Meski tak menghasilkan kesepakatan nyata, CEO Apple, Tim Cook ikut hadir ke China sebagai rombongan Trump dan menjaga hubungan dengan China. Tak hanya itu, kehadiran Cook juga untuk menjaga rantai pasokan dan juga akses pemasaran terkait AI dan juga layanan Cloud di negara tersebut.

Soal kesepakatan nyata, Boeing berhasil menjadi perusahaan yang mendapat tanda tangan dari China. Meski masih di bawah target awal, tapi Boeing berhasil mengantongi kesepakatan pembelian 200 pesawat Boeing oleh China–lebih rendah dari ekspektasi awal yaitu 500 unit pesawat.

China buka pasar yang lebih luas buat perusahaan AS

Meski tidak langsung mengantongi berbagai kesepakatan, namun kunjungan bos teknologi AS ke China sendiri membawa kabar yang cukup melegakan.

Presiden China, Xi Jinping mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk membuka pintu yang lebih luas buat perusahaan AS untuk berbisnis di negara tersebut.

“Sambil menegaskan bahwa pintu Tiongkok akan semakin terbuka lebar, Xi mengatakan bahwa Tiongkok menyambut baik Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dengan Tiongkok, dan menyatakan keyakinannya bahwa perusahaan-perusahaan AS akan menikmati prospek yang lebih luas di Tiongkok,” tulis surat kabar pemerintah China, Xinhua, dikutip dari Reuters.