Gadget

Android Sudah Lama, iPhone baru 'Nyebur' Pakai Kamera 200 MP di 2028

Muhammad Faisal Hadi Putra
Android Sudah Lama, iPhone baru 'Nyebur' Pakai Kamera 200 MP di 2028

Uzone.id - Saat kamera 200 MP ‘sudah biasa’ di Android—kelas menengah pun mengusungnya, iPhone masih saja berkutat di kamera bersensor 48 MP. Namun, menurut para analis dari Morgan Stanley, Apple bakal menyematkan kamera 200 MP ke dalam jajaran iPhone terbaru mereka pada 2028 mendatang.

Sebenarnya, rumor Apple mau pakai sensor 200 MP buatan Samsung sudah lama berembus. Sempat beredar kabar kalau kamera beresolusi lebih tinggi bakal debut di iPhone 18 Series. Namun, dari catatan investor yang dilihat Apple Insider, iPhone 21 diprediksi jadi yang pertama mencicipi kamera 200 MP.

Dikutip Uzone.id pada Kamis (8/1), langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Apple kabarnya ingin memperbanyak opsi penyuplai komponen supaya tidak bergantung pada satu sumber saja.



Selain itu, strategi ini sejalan dengan rencana perusahaan menggenjot produksi komponen di Amerika Serikat (AS). Sebab, laporannya sensor kamera buatan Samsung ini bakal diproduksi langsung di pabrik mereka yang berlokasi di Austin, Texas.

Peralihan ke Samsung ini juga disinyalir karena Sony yang selama ini jadi pemasok utama sensor kamera iPhone, dianggap belum bisa menyaingi teknologi Samsung untuk urusan sensor resolusi tinggi tersebut.

Tak cuma kamera utama yang diutak-atik, Apple juga disebut sedang mendekati STMicro sebagai pemasok tambahan untuk sensor LiDAR, mendampingi Sony. Namun untuk urusan sensor Face ID, Apple tampaknya masih setia menjadikan LITE sebagai pemasok tunggal.



Satu hal yang menarik dari laporan ini, para analis dari Morgan Stanley cukup yakin kalau fitur Face ID yang disematkan di bawah layar bakal benar-benar hadir di tahun depan. Momen ini dinilai sangat pas karena bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-20 iPhone eksis di industri smartphone.

Kabar baik lainnya, analis Morgan Stanley memprediksi Apple akan kembali memilih strategi menyerap kenaikan biaya komponen ketimbang membebankannya ke konsumen lewat kenaikan harga jual. 

Strategi serupa terbukti sukses saat diterapkan pada peluncuran iPhone 17 lalu, yang mana Apple tetap mempertahankan harga meski memberikan kapasitas penyimpanan yang lebih lega.