Ancaman RAM Langka, Lenovo Masih Ragu Harga Laptop Tetap Sama
Uzone.id – Kekhawatiran akan harga gadget yang akan melejit naik imbas imbas kelangkaan RAM masih jadi perbincangan hangat. Lenovo sendiri tidak menampik jika harga dari produk mereka akan naik.
“Sejujurnya, saya tidak yakin kami siap membagikan angka spesifik,” ungkap Fan Ho selaku ED & GM Solution & Services Group Asia Pacific Lenovo, Selasa (13/1).
Di tengah situasi yang belum pasti ini, perusahaan berkomitmen untuk hadir di sisi pelanggan lewat layanan Solution and Services Group. Perusahaan selalu terbuka bagi pelanggan yang membutuhkan saran dan konsultasi produk.
“Biasanya kami tidak meminta pelanggan menentukan spesifikasi teknis secara detail. Yang kami tanyakan adalah, apa hasil yang ingin dicapai? Dari situ kami akan menyarankan solusi dan produk yang paling masuk akal. Harapannya, solusi tersebut masuk akal baik dari sisi biaya maupun efektivitas,” terang Fan Ho.
Untuk memudahkan para pelanggan, perusahaan juga telah menyiapkan berbagai model penawaran yang dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan setiap pelanggan.
“Selain menyesuaikan solusi, kami juga memiliki berbagai model konsumsi. Kami punya model sewa, dan juga pay-as-you-go. Ini membantu pelanggan menyebarkan pengeluaran dalam jangka waktu tertentu,” jelas Fan Ho.
Lebih lanjut ia menjelaskan, “Dalam kondisi yang volatil seperti sekarang, kami membantu pelanggan merencanakan belanja opex dan capex mereka secara lebih baik dan bertahap. Jadi meskipun mereka membutuhkan infrastruktur sekarang, mereka tidak harus mengeluarkan capex besar di awal.”
Akar dari seluruh kelangkaan memori ini disebabkan oleh meningkatnya tren AI, atau populer dengan istilah 'AI Bubble'.
“Saat ini terjadi kekurangan pasokan, khususnya memori. Hampir seluruh inventori untuk kapasitas produksi tahun 2026 sudah habis dipesan. Jadi jika ada perusahaan yang baru sekarang ingin membeli memori mereka sudah terlambat,” jelas Fan Ho.
Namun, perusahaan belum dapat menyebutkan berapa persen kenaikan yang akan berimbas pada produk-produk Lenovo. Menurut Fan Ho, besaran kenaikan harga masih harus dilihat berdasarkan situasi pasar.
“Soal bagaimana dampaknya ke harga, itu masih harus dilihat berdasarkan lini produk dan kebutuhan spesifik pelanggan. Kita perlu melihat trade-off dan tujuan penggunaan pelanggan,” ujar Fan Ho.
“Namun pada akhirnya, kami selalu menempatkan pelanggan sebagai prioritas utama. Kami melihat apa yang mereka butuhkan. Jika mereka membutuhkan sesuatu, kami tidak akan menurunkan kualitas hanya karena harga. Yang terpenting adalah kebutuhan mereka,” tutup Fan Ho.