Amazon PHK Karyawan Lagi, Prime Video hingga AWS Kena Imbas
Uzone.id — Raksasa teknologi
Amazon membuka tahun 2026 dengan memangkas sejumlah karyawan yang menandakan
putaran kedua PHK massal yang digelar perusahaan milik Jeff Bezos tersebut.
Mengutip dari Reuters, Selasa, (27/01), pemangkasan ini akan
dilakukan pada pekan awal Februari 2026 sebagai bagian dari target perusahaan
untuk memangkas sekitar 30 ribu karyawan mereka.
Jumlah PHK pada tahap kedua ini diperkirakan akan menyentuh
angka belasan ribu seperti tahun lalu dan akan dimulai secepat mungkin.
Orang dalam yang tidak ingin disebutkan identitasnya menyebut bahwa sejumlah unit kemungkinan akan terdampak. Bahkan unit bisnis yang cukup mentereng seperti Amazon Web Services (AWS) dan Amazon Prime Video ikut terdampak, bersama divisi bisnis ritel, dan divisi sumber daya manusia atau People Experience and Technology.
Meski begitu, cakupan dampak ini masih bisa berubah, bahkan
Amazon menyebut bahwa rincian PHK ini masih belum pasti, termasuk angka
karyawan yang terdampak. Semenatra itu, seorang juru bicara Amazon menolak
memberikan komentar terkait kabar ini.
Gelombang PHK massal yang dilakukan Amazon ini berkaitan
dengan meningkatnya penggunaan perangkat lunak artificial intelligence
(AI).
Dalam surat internal perusahaan, Amazon menyebut bahwa
“generasi AI ini adalah teknologi paling transformatif yang pernah kami lihat
sejak Internet, dan memungkinkan perusahaan berinovasi jauh lebih cepat dari
sebelumnya.”
Namun, CEO Amazon Andy Jassy kemudian mengatakan bahwa PHK ini sebenarnya tidak didorong oleh alasan finansial dan juga tidak benar-benar didorong oleh AI.
Menurutnya, penyebab utama adalah “budaya perusahaan”, yang
berarti Amazon memiliki terlalu banyak birokrasi.
“Pada akhirnya, Anda memiliki jauh lebih banyak orang
dibandingkan sebelumnya, dan juga jauh lebih banyak lapisan organisasi,”
ujarnya.
Pemangkasan ini menjadi lanjutan pemangkasan Amazon setelah
pada Oktober lalu, Amazon memangkas sekitar 14.000 karyawan white-collar, atau
sekitar setengah dari target 30.000 karyawan yang pertama kali dilaporkan.