Amazon PHK Karyawan Lagi karena AI, Korbankan Divisi AGI
Uzone.id — Perusahaan teknologi Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menyasar sebagian karyawan di divisi Artificial General Intelligence (AGI) atau kecerdasan buatan umum.
Divisi AGI sendiri merupakan salah satu pilar utama strategi AI Amazon yang bertanggung jawab mengembangkan model AI, termasuk teknologi semikonduktor (silicon) dan komputasi kuantum.
Pengurangan karyawan ini dilakukan di tengah besarnya investasi perusahaan untuk memperkuat pengembangan teknologi AI.
Amazon tidak mengungkap jumlah karyawan yang terdampak di putaran PHK ini tapi berdasarkan unggahan sejumlah mantan karyawan di LinkedIn, PHK ini berdampak pada pegawai yang menangani penyesuaian model AI (model customization) dan proses post-training.
Perusahaan turut menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya agar perusahaan fokus pada sumber daya proyek AI yang dinilai paling penting bagi pelanggan.
"Ini adalah bidang yang berkembang sangat cepat, dan kami mempertajam fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan agar dapat bergerak lebih cepat pada hal-hal yang benar-benar berdampak,” kata juru bicara Amazon, dikutip dari CNBC International, Kamis, (23/07).
Mereka melanjutkan, “Fokus tersebut berarti kami harus mengambil sejumlah keputusan sulit, termasuk menghapus beberapa posisi di sebagian organisasi AGI, meskipun kami tetap berinvestasi pada area yang paling penting bagi masa depan pelanggan kami.”
Meski memangkas sebagian tenaga kerja, Amazon menegaskan bahwa pengembangan AI tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
"Kami telah mengembangkan model AI berskala besar selama beberapa tahun terakhir, dan ini tetap menjadi salah satu hal terpenting yang sedang kami kerjakan," kata juru bicara Amazon.
Langkah ini juga menjadi bagian dari restrukturisasi yang lebih luas. Sejak Oktober 2022, Amazon telah memangkas lebih dari 30.000 karyawan melalui beberapa gelombang PHK, disusul pengurangan tenaga kerja dalam skala yang lebih kecil di berbagai divisi.
Di sisi lain, perusahaan justru terus meningkatkan belanja untuk infrastruktur AI. Tercatat Amazon menargetkan belanja modal (capital expenditure) mencapai USD200 miliar pada tahun ini, naik lebih dari 50 persen dibandingkan 2025.
Perusahaan juga menggalang pendanaan senilai puluhan miliar dolar AS untuk mendukung pembangunan pusat data dan infrastruktur AI.
Persaingan di industri AI menjadi salah satu alasan Amazon terus memperkuat investasinya. Saat ini perusahaan berupaya mengejar para pemain utama seperti OpenAI, Anthropic, dan Google.