Amazon Mulai Produksi Film Pakai AI, Cuma Biar Murah?
Uzone.id — Di saat
platform-platform lain ingin membasmi AI dari konten-kontennya, raksasa
teknologi Amazon justru ingin menggunakan teknologi tersebut untuk memproduksi
film dan acara TV.
Rencana ini sudah mulai diwujudkan oleh Amazon MGM Studios
yang baru sama meluncurkan AI Studio khusus untuk mengembangkan teknologi AI
yang bisa mempercepat proses pembuatan film dan acara TV.
Pengembangan alat AI tersebut dipimpin oleh seorang eksekutif hiburan berpengalaman bernama Albert Cheng dengan tujuan untuk memangkas biaya dan mempermudah proses kreatif baik sebelum dan setelah produksi film/acara TV.
Melansir dari TechCrunch, Albert Cheng sendiri
menekankan bahwa tujuan utamanya adalah untuk mendukung tim kreatif, bukan
untuk menggantikan posisi mereka dengan AI.
Fokusnya adalah meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya
sambil memastikan bahwa hak kekayaan intelektual dilindungi dan konten yang
dihasilkan oleh AI tidak diserap ke dalam model AI lainnya.
Salah satu contoh yang sudah diterapkan adalah serial
"House of David" dari Amazon, yang menampilkan 350 adegan yang
dihasilkan oleh AI pada musim kedua.
Amazon berencana meluncurkan program beta tertutup pada Maret mendatang dengan mengundang mitra industri untuk menguji alat AI-nya tersebut dan siap diperkenalkan ke dunia pada Mei.
Sayangnya, Amazon sendiri belum memberikan rincian lebih
lanjut mengenai perkembangan dari teknologi AI tersebut tapi nantinya, AI
Studio tersebut akan bekerja sama dengan produser ternama.
Beberapa diantaranya adalah Robert Stromberg yang dikenal
melalui film “Maleficent,” Kunal Nayyar dari “The Big Bang Theory,” dan mantan
animator Pixar Colin Brady.
Mereka akan diajak untuk mempelajari cara terbaik dalam
mengimplementasikan AI dalam proses produksi film. Amazon juga memanfaatkan
Amazon Web Services untuk dukungan kinerjanya dan berencana bekerja sama dengan
beberapa penyedia LLM.
Meski memiliki tujuan yang baik bagi perusahaan, tapi
meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Hollywood memicu banyak
perdebatan. Banyak orang di industri khawatir soal dampaknya terhadap lapangan
kerja, kreativitas, dan masa depan industri perfilman global.