Digilife

Album Baru Petra Sihombing Lahir dari Studio 'Seisi Ransel'

Muhammad Faisal Hadi Putra
Album Baru Petra Sihombing Lahir dari Studio 'Seisi Ransel'

Uzone.id - Di balik pembuatan album baru Petra Sihombing, "Senang Oke Sedih Gpp", tidak ada studio rekaman dengan peralatan puluhan juta. Yang ada, hanyalah sebuah ekosistem ringkas dari Apple yang muat di dalam tasnya. 

Lewat album barunya, Petra ingin membuktikan bahwa proses kreatif bisa lahir di mana saja, bermodalkan perangkat yang ada di genggaman, mulai dari iPhone untuk menangkap ide hingga MacBook Pro sebagai dapur produksi utamanya.

Seperti iPhone, Petra seringkali mengandalkan aplikasi Voice Notes sebagai alat utama untuk menangkap ide mentah yang katanya, datang tanpa permisi. Seperti saat menciptakan lagu 80 km/h, lagu pertama yang ia tulis untuk album barunya. 

“Aku tuh suka pakai Voice Notes. Itu mungkin hal yang paling sering aku pakai di dalam mengerjakan materi album ini,” cerita Petra saat berbincang santai dengan tim Uzone.id dan beberapa rekan media lain secara online. 





Ia pun memaksimalkan fitur second layer pada Voice Notes di iPhone, memungkinkannya merekam gitar terlebih dahulu, lalu menimpanya langsung dengan vokal. 

Proses ini dipercepat dengan integrasi antar perangkat Apple yang mulus. Data rekaman dari iPhone dapat dikirim ke MacBook Pro secara instan menggunakan AirDrop. 

“Kalau aku nggak pakai dari iPhone ke Mac, kayaknya agak repot untuk ngirim data apa segala,” jelas Petra. 

Bahkan, lirik yang ia tulis di aplikasi Notes juga langsung tersinkronisasi, membuat alur kerjanya lebih efisien. “Jadi benar-benar streamline, cepet banget,” tambahnya.

Dibantu Logic Pro di MacBook Pro





Dari sana, Petra mengandalkan Logic Pro di MacBook Pro M4 miliknya. Ibaratnya, aplikasi sudah ‘di luar kepala’, lantaran ia gunakan sejak berusia 18 tahun. Ditambah dengan laptop bertenaga tinggi, maka proses kerjanya menjadi lebih cepat. 

“Aku udah tau mencet apa tuh jadinya apa, shortcut, apa di luar kepala,” katanya.

Salah satu fitur Logic Pro yang sangat membantunya dalam proses pembuatan lagi adalah Stem Splitter. Fitur ini mampu memisahkan elemen musik seperti drum, bass, dan gitar dari sebuah file MP3.

“Aku selalu pakai punya Logic, karena gampang dan aku udah hafal. Aku hafal bunyinya,” jelas Petra.

Berkat kemudahan antar perangkat dan ekosistem aplikasi yang mendukungnya, Petra bercerita bahwa ia tidak lagi terikat pada satu lokasi studio yang tetap. “Gue bisa kerja di mana aja, tinggal bawa sound card, sama laptop, sama mic, yaudah langsung bisa kerja,” ungkapnya.





Efisiensi juga terasa dari segi daya. MacBook Pro M4 yang ia gunakan memiliki daya baterai yang tidak cepat habis, meski saat digunakan untuk merekam. Sebagai pemusik yang sepenuhnya berbasis software, ia menegaskan bahwa perangkat yang andal adalah segalanya.

"Kalau zaman studio kan, orang punya hardware gede-gede, rak-rak sistem gitu ya. Nah, gue nggak punya. Jadi semuanya di dalam laptop, jadi sangat-sangat efisien," pungkas Petra.