Akun Instagram Bisa Diretas Lewat Meta AI? Begini Modusnya
Uzone.id — Meta AI Support
Assistant punya tujuan untuk membantu pengguna Instagram ketika akun-akun
mereka bermasalah–misalnya, lupa password atau ketika akun tiba-tiba ada yang
meretas.
Tapi, bagaimana jadinya kalau asisten AI yang seharusnya
membantu menyelamatkan akun kalian justru jadi ‘senjata’ orang tak bertanggung
jawab buat mengambil alih akun kalian?
Kasus ini nyata terjadi dan akun mantan presiden Amerika
Serikat Barack Obama pun menjadi salah satu korbannya. Gak cuma itu, akun-akun
centang biru milik tokoh terkenal juga menjadi incaran para penjahat siber
tersebut.
Ternyata, hal ini terjadi karena adanya celah di Meta AI yang berhasil dimanfaatkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Gara-gara celah ini, ratusan akun bahkan sudah hilang dan diambil alih peretas.
Caranya mudah, saking mudahnya gak perlu skill coding untuk
mengambil alih akun korban. Cukup dengan memerintah si Meta AI ini, lalu akun
berhasil diambil alih.
Awal mulanya, peretas akan mengakses halaman "Lupa Kata
Sandi" lalu mengklaim bahwa akunnya diretas, ia kemudian mengaktifkan VPN
agar lokasinya sesuai dengan lokasi korban yang sedang mereka bidik (lokasi
sekarang bisa ditemukan di menu "Tentang" pengguna lain).
Peretas kemudian akan mengajukan permintaan untuk mengganti
alamat email akun yang ingin dicuri menjadi akun miliknya.
Selanjutnya, Meta AI akan meminta verifikasi dengan
melakukan selfie bergerak untuk membuktikan kalau mereka adalah pemilik asli
akun tersebut. Pintarnya, si peretas akan menggunakan foto dari profil korban
atau foto-foto selfie yang diunggah di akun korbannya.
Foto tersebut kemudian diedit bergerak menggunakan AI
menjadi sebuah video sehingga bisa digunakan untuk verifikasi wajah.
Disinilah kelemahan Meta AI terlihat, asisten AI ini
menerimanya begitu saja verifikasi ini karena tidak bisa membedakan antara
selfie asli dan video yang dihasilkan AI dari wajah seseorang.
Setelah berhasil melewati tahapan ini, mereka kemudian berhasil mengganti alamat email menjadi milik mereka.
Tautan reset kata sandi dikirim kemudian ke email mereka.
Sekarang akun itu sudah jadi milik mereka. Lalu, otentikasi dua faktor (2FA)
juga berhasil dilewati dalam proses tersebut, bahkan kode OTP pun bisa
dikirimkan langsung oleh Meta AI ke peretas.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran pengguna karena mudahnya
para penjahat siber ini untuk mengambil alih akun pengguna tanpa harus
mengotak-atik akun.
Lantas, bagaimana tindakan Meta?
Andy Stone selaku juru bicara Meta mengatakan ke para
pengguna kalau pihaknya sudah mengambil tindakan untuk mengamankan akun dan
juga memperbaiki celah di Meta AI.
"Masalah ini telah diselesaikan dan kami sedang
mengamankan akun-akun yang terdampak," kata juru bicara Meta, Andy Stone.
Stone juga mengatakan bahwa klaim yang menyatakan kerentanan
tersebut digunakan untuk meretas akun para pemimpin dunia ini "sama sekali
tidak benar".