Telco

Akses Internet Iran Mati Total, Bantuan Starlink Dihalau Pemerintah

Vina Insyani
Akses Internet Iran Mati Total, Bantuan Starlink Dihalau Pemerintah

Uzone.idInternet berbasis satelit, Starlink selalu hadir di wilayah yang sedang mengalami musibah atau konflik secara gratis untuk membantu mereka tetap berkomunikasi dengan lancar. Sebut saja Indonesia hingga Venezuela menjadi negara yang terbantu oleh internet Elon Musk tersebut.

Sayangnya, bantuan tersebut tidak berjalan lancar di Iran. Di tengah aksi internet blackout yang melanda ratusan wilayah di Iran, jaringan internet gratis dari Starlink turut dihalau oleh pihak militer setempat.

Ini jadi insiden pemblokiran pertama untuk Starlink, karena sebelum-sebelumnya bantuan internet dari SpaceX selalu disambut baik oleh semua pihak.

Melansir dari Forbes, Senin, (12/01), Iran turut mengerahkan pengganggu sinyal militer untuk mematikan akses ke Starlink. Ini menimbulkan dampak besar karena Starlink hadir sebagai konektivitas alternatif bagi para demonstran dan aktivis anti-pemerintah ketika akses internet domestik diputus.




“Meski dilaporkan ada puluhan ribu unit Starlink beroperasi di Iran, pemadaman listrik juga telah mencapai koneksi satelit,” lapor pihak Iron Wire.

Pada awalnya, hanya sekitar 30 persen lalu lintas uplink dan downlink Starlink yang terganggu tapi angka ini terus meningkat dalam hitungan jam, hingga akhirnya gangguan mencapai 80 persen.

Amir Rashidi, peneliti jaringan internet mengatakan bahwa jenis gangguan ini disebabkan oleh peralatan militer yang dikenal sebagai jammers dan pertama kali muncul kali ini setelah 20 tahun meneliti terkait akses internet.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang digunakan oleh militer Iran tersebut sangat canggih dan berstandar militer, dan kemungkinan besar disuplai oleh Rusia atau China.

Jammers ini atau pengganggu sinyal tersebar luas hampir di seluruh wilayah Iran sehingga kondisi layanan Starlink bervariasi tergantung lokasi: beberapa daerah memiliki konektivitas yang relatif lebih baik, sementara yang lain jauh lebih buruk.




Hingga saat ini, gelombang protes anti-pemerintah yang terjadi di Iran semakin meluas dan memanas, bahkan korban jiwa yang jatuh dalam demonstrasi skala nasional ini mencapai 500 orang lebih.

Pemerintah Iran pun kemudian mencabut akses internet di seluruh wilayah untuk meredam protes tersebut. Pencabutan akses ini sudah terjadi secara berhari-hari, tepatnya semenjak tanggal 8 Januari 2026 hingga saat ini, Senin, (12/01).

Melansir dari The Guardian, saat pemadaman listrik dimulai, 90 persen lalu lintas internet ke Iran turut menghilang. Panggilan internasional ke negara tersebut tampaknya diblokir dan ponsel domestik tidak dapat digunakan. Tingkat pemadaman di Iran kali ini memiliki skala yang lebih tinggi dan dianggap belum pernah terjadi sebelumnya.